• info@pesisirselatan.go.id
  • Hours: Mon-Fri: 8am – 4pm

17 Mei 2011

447 kali dibaca

Betina Produktif Dikonsumsi, Populasi Sapi Pasisia Terancam

PAINAN, MEI---

Populasi Sapi di kabupaten Pesisir Selatan semakin terancam. Setiap tahun terlihat jumlah sapi di daerah ini tidak menunjukkan penambahan yang cukup signifikan. Kondisi ini ditenggarai karena pemotongan sapi betina produktif untuk dikonsumsi masih sangat tinggi.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura Peternakan dan Perkebunan (Dispertaholnakbun) kabupaten Pesisir Selatan Afrizon Nazar menyebutkan dari tahun 2007 peningkatan populasi sapi hanya 1.433 ekor.

" Tahun 2007 populasi sapi tercatat sebanyak 90.344 ekor dan data terakhir tahun kemaren jumlah sapi yang ada sebanyak 91.777 ekor," kata Afrizon.

Afrizon mengungkapkan sedikitnya sebanyak 16 ribuan ekor Sapi betina Produktif dipotong untuk konsumsi setiap tahun sehingga mengancam populasi. Ia berharap ini menjadi perhatian bagi petani pemilik sapi agar tidak lagi menjual sapi betina yang masih produktif untuk keperluan konsumsi.

" Upaya peningkatan populasi sapi sudah dilakukan berupa pemberian bantuan sapi betina produktif kepada kelompok tani namun itu tentu tidak sepenuhnya bisa mengatasi persoalan jika pemilik ternak tidak ikut memberi perhatian terhadap ancaman populasi ini," ujarnya.

Di kabupaten Pesisir Selatan, masyarakat memelihara sapi sebagai usaha sampingan. Rata-rata petani di daerah ini memiliki minimal satu ekor sapi peliharaan. Jenis sapi yang dipelihara kebanyakan sapi lokal yaitu Sapi Pasisia, ditambah sapi jenis import seperti Brahman, Simental, Brangus dan Sapi Bali.
Populasi sapi terbesar di kabupaten Pesisir Selatan terdapat di kecamatan Ranah Pesisir sebanyak 17.816 ekor disusul kecamatan Sutera sebanyak 14.391 ekor, Lengayang sebanyak 12.622 ekor dan kecamatan Bayang sebanyak 12.215 ekor. Total rumah tangga pemelihara ternak sapi mencapai 33.578 keluarga. Produksi daging sapi dari Pesisir Selatan mencapai 1.179,765 ton per tahun. (03)(03)