• info@pesisirselatan.go.id
  • Hours: Mon-Fri: 8am – 4pm
Disdikbud Pesisir Selatan Lakukan Pendataan dan Pemantauan Kerusakan Sekolah Akibat Bencana

28 November 2025

408 kali dibaca

Disdikbud Pesisir Selatan Lakukan Pendataan dan Pemantauan Kerusakan Sekolah Akibat Bencana

Pesisir Selatan - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pesisir Selatan melaksanakan pendataan dan pemantauan kerusakan sekolah akibat bencana melalui rapat koordinasi daring bersama para Pengawas PAUD, SD, dan SMP pada Jumat (28/11/2025). Langkah ini merupakan tindak lanjut instruksi Sekretaris Daerah untuk percepatan penanganan dampak bencana di sektor pendidikan.

Dalam pertemuan tersebut, para pengawas menyampaikan laporan kondisi terkini dari berbagai kecamatan. Di Kecamatan Rahul, proses belajar tetap berlangsung meski satu sekolah berada di zona rawan longsor. Sementara itu, Kecamatan Lunang dilaporkan dalam kondisi terkendali dengan jembatan penghubung menuju sekolah yang aman.

Di Kecamatan Linggo Sari Baganti, sejumlah sekolah seperti SDN 13, SDN 04, SDN 08, dan SDN 09 terendam banjir. SDN 08 dan SDN 09 telah melakukan pembersihan, namun banyak guru di wilayah tersebut turut terdampak banjir. Kondisi serupa terjadi di Kecamatan Bayang dan Bayang Utara, di mana akses jalan di Bayang Utara terputus dan banyak sekolah terendam di Bayang.

Kecamatan Batang Kapas menjadi salah satu wilayah yang cukup terdampak, dengan seluruh sekolah terendam serta jembatan di Teratak Tempati dan Koto tuo dilaporkan putus. Di Kecamatan Lengayang, sebagian besar sekolah masih dalam tahap pemantauan. Sementara itu, sekolah-sekolah di Kecamatan Ranah Pesisir juga mengalami dampak banjir.

Di Kecamatan Pancung Soal, SDN 12 terendam namun telah dibersihkan, sementara SDN 22 sudah surut meski beberapa sekolah masih terdampak. Di SDN Koto Baru, banyak buku dan perlengkapan belajar siswa basah akibat banjir. Adapun di Kecamatan Sutera, SMPN 8 mengalami kerusakan fasilitas, dan akses menuju Timbulun Ampalu sulit dilalui karena air yang masih tinggi.

Selain pendataan sekolah, program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut diarahkan untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana di wilayah masing-masing.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pesisir Selatan, Salim Muhaimin, menyatakan bahwa pendataan dan pemantauan yang dilakukan secara cepat ini penting untuk memastikan seluruh informasi kerusakan terkumpul secara lengkap. 

“Data yang akurat menjadi dasar bagi percepatan penanganan serta pemulihan layanan pendidikan di daerah terdampak,” ujarnya.