• info@pesisirselatan.go.id
  • Hours: Mon-Fri: 8am – 4pm

09 September 2011

1053 kali dibaca

Kasus HIV Belum Ditemukan Di Pessel

Painan, September---- 

Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) masih bersih dari kasus HIV (Human Immunodeficiency Virus), karena hingga saat ini belum ditemukan adanya penderita penyakit yang mengakibatkan AIDS tersebut di daerah itu.

Sejauh ini belum ditemukan adanya penderita HIV positif di daerah ini. Meski demikian perlu mewaspadai kemungkinan munculnya penyakit mematikan itu, kata Kepala Dinas Kesehatan Pesisir Selatan, Mirsal Basyar di Painan Jumat.

Ia mengatakan, untuk mencegah timbulnya penyakit tersebut tidak ada yang lain selain dari keimanan. Sampai saat ini pakar kesehatan belum ada yang dapat menemukan obatnya.

Menurutnya, jenis penyakit yang sangat berbahaya tersebut hanya dapat dilakukan pencegahan sebelum terjadi. Upaya pencegahan itu telah dilakukan Pemerintah melalui dinas kesehatan setempat dengan memberikan pendidikan dan pengetahuan tentang penyakit HIV/AIDS kepada masyarakat terutama generasi muda di kabupaten itu.

Dikatakan Mirsal, virus HIV bekerja dengan cara menyerang sistim kekebalan tubuh (sistim immun) manusia, sehingga penderita HIV/AIDS memiliki kekebalan tubuh yang rendah dan mudah terserang berbagai penyakit.

Virus HIV menggerogoti penderita dalam jangka waktu yang lama (mencapai 10 tahun lebih), yang ditandai dengan berat badan menurun drastis sampai 10 persen, disertai diare yang berkepanjangan dan tuberkulosis paru, ujar Mirsal.

Karena penyakit berbahaya ini belum ditemukan obatnya, maka masyarakat perlu dibekali dengan informasi tentang faktor-faktor yang dapat menularkan virus HIV, gejala-gejala atau bahaya HIV, penanggulangan penderita yang sudah positif HIV, serta cara mencegah munculnya penyakit tersebut.

Pendidikan tentang bahaya HIV/AIDS perlu diajarkan sejak dini kepada seluruh lapisan masyarakat, antara lain melalui pendidikan formal disekolah, ceramah atau pendidikan keagamaan, dan melalui lembaga sosial masyarakat lainnya, serta media massa, tandas Mirsal.

Untuk menghindari resiko terkena HIV/AIDS masyarakat terutama generasi muda harus menerapkan pola hidup sehat dan disiplin, menjaga pergaulan dan tingkah laku dengan lawan jenis, menjaga kebersihan diri pribadi, menjunjung tinggi nilai moral dan budaya ketimuran, serta meningkatkan keimanan kepada Allah.

Penularan virus HIV sangat cepat terjadi pada masyarakat yang suka berganti-ganti pasangan, melalui transfusi darah. Dengan menggunakan barang pribadi penderita HIV seperti sikat gigi, pisau potongan jenggot dan lainnya. Ibu hamil yang positif HIV juga menularkan kepada janin yang dikandungnya.

Dengan informasi yang dimiliki diharapkan masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan diri terhadap bahaya penyakit AIDS, sehingga masyarakat benar-benar bersih dari AIDS, ungkap Mirsal.(04