Painan, September ----
Bupati Psisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar), Nasrul Abit mengatakan kesadaran dan kerja keras masyarakat petani dalam mengembangkan usahanya untuk meningkatkan pendapatan masih sangat minim.
Semua program dan kegiatan pembangunan bidang pertanian tanaman pangan dan hortikultura yang diperbantukan kepada masyarakat petani hanya bersifat stimulant, kata Nasrul Abit di Painan.
Menurut Nasrul, peningkatan pendapatan petani terjadi jika petani itu tidak hanya berusaha pada satu komoditi saja, tetapi melalui usaha ekonomi berlapis. Seperti halnya dengan usaha bertani berbagai komoditi serta memanfaatkan setiap jengkal tanah yang ada, baik lahan sawah maupun lahan kering.
Ia menyebutkan, untuk pengembangan berbagai komoditi mulai pertanian, perkebunan dan lainnya, kabupaten itu memiliki potensi lahan yang andal.
Untuk pertanian hampir semua lahan di daerah itu cocok untuk berbagai jenis pertanian. Mulai holtikultura, tanaman pangan dan sayuran semua bisa dikembangkan di daerah itu. Begitu juga dengan perkebunan, sawit, kakao (coklat) dan lainnya.
Khusus pertanian dan perkebunan, lahan yang dimiliki seluas 56 ribu Hektar. Dari luasan tersebut sekitar 27 ribu Hektar lahan kering dan basah berpotensi untuk digarap, tetapi hanya dibiarkan terlantar begitu saja tanpa dikelola oleh pemiliknya (masyarakat).
Ia mengatakan, pengelolaan dan pemanfaatan lahan kering dengan tanaman hortikultura seperti sayur sayuran dan buah buahan yang sesuai dengan agroklimat setempat akan memperpanjang waktu produktif, sehingga semakin lama waktu produktif maka semakin tinggi pendapatan petani.
Hal itu akan mampu mendorong masyarakat miskin yang sebagian besar adalah petani, untuk terlepas dari lilitan kemiskinan tersebut, ujar Nasrul.
Ia mencontohkan, beberapa jenis tanaman yang belum pernah dikembangkan di kabupaten ini sebelumnya. Seperti halnya tanaman melon dan jagung manis. Tanaman tersebut telah mendatangkan hasil yang menggembirakan bagi petani yang diusahakan selesai musim panen padi.
Beberapa bulan lalu, Pemerintah kabupaten setempat memplot dua kelompok tani di Kecamatan Koto XI Tarusan sebagai percontohan pengembangan tanaman jagung manis. Kegiatan tersebut dibiayai oleh Pemerintah kabupaten setempat dari dana yang dianggarkan pada APBD Kabupaten tahun 2011.
Bila petani terus menerus meningkatkan dan mengusahakan jenis tanaman itu untuk dikembangkan didaerah ini, diyakini akan bisa mendongkrak perekonomian masyarakat, khususnya petani.
Sebagai upaya untuk mengurangi lahan terlantar, Pemerintah telah melakukan berbagai kegiatan. Dengan mencetak sawah baru dan mengintensifkan pemakaian lahan baru untuk dijadikan lahan pertanian telah dilakukan sejak beberapa tahun belakangan di kabupaten itu.(04)