• info@pesisirselatan.go.id
  • Hours: Mon-Fri: 8am – 4pm

16 Juli 2011

745 kali dibaca

Musim Hujan Rawan DBD

Painan, Juli----

Kepala Dinas Kesehatan Pesisir Selatan, Mirsal Basyar mengimbau masyarakat agar waspada dan tanggap terhadap ancaman demam berdarah dengue (DBD) pada musim hujan seperti saat ini.

Cuaca buruk sangat berpengaruh terhadap perkembangan penyakit DBD karena nyamuk penebar penyakit DBD sangat mudah berkembang biak. Ini perlu diwaspadai oleh warga, tuturnya Sabtu (16/7).

Kewaspadaan yang perlu ditingkatkan warga di musim penghujan itu, antara lain membersihkan saluran air di sekitar rumah agar air tidak tergenang, mengubur kaleng bekas, menutup bak penampungan air dan menguras bak mandi atau 3 m (Menguras, Mengubur dan Menutup).

Menurutnya, secara umum kasus DBD hampir merata di semua kecamatan di Pesisir Selatan, karena itu, Dinas Kesehatan setempat juga meminta semua Puskesmas untuk melakukan beberapa pencegahan berjangkitnya penyakit itu.

Seperti halnya, memberikan penyuluhan dengan mobil keliling, membagikan selebaran ke rumah-rumah dan membagikan obat pembunuh jentik terus dilakukan. Sedangkan penanganan kasus DBD dapat dilakukan bila ada laporan masyarakat ke petugas terdekat.

Menurutnya, penanganan kasus (penyakit) tersebut sudah ada aturan baku dan tidak bisa dilakukan sembarangan. Jika ditempat itu ada yang positif terjangkit DBD, maka pihaknya akan melakukan lokalisir tempat kejadian, sehingga tidak berjangkit ketempat lain.

"Tim dari Dinkes akan langsung melakukan pemantauan selama beberapa hari di pemukiman penduduk yang diduga terjangkit DBD. Jika positif baru dilakukan penanganan serius," ungkapnya.

Dalam menekan kasus DBD, Dinas Kesehatan setempat telah memutus mata rantai nyamuk dewasa dengan menggelar pengasapan (fogging) di beberapa titik serta meminta masyarakat melakukan gotongroyong dalam menjaga kebersihan dilingkungan tempat tinggal masing-masing.

Meski demikian, katanya, upaya fogging belum efektif untuk memberantas nyamuk Aedes Aegepty (penyebar DBD) karena pengasapan hanya membunuh nyamuk dewasa saja, sementara jentik-jentik nyamuknya masih tetap hidup.

"Yang paling efektif untuk memutus rantai nyamuk tersebut adalah pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan melakukan gerakan 3M atau pola hidup bersih dan sehat," paparnya.(04