Pesisir Selatan--Bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah kabupaten dan kota di Sumatera Barat selama beberapa hari terakhir menimbulkan kerusakan luas serta menelan korban jiwa. Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) menjadi salah satu daerah yang terdampak paling parah hingga 27 November 2025.
Menanggapi situasi tersebut, Sekretaris Jenderal DPP PKPS, Bakri Maulana, SE, MP, menyerukan ajakan kepada seluruh perantau Pesisir Selatan di berbagai daerah untuk bersatu membantu warga yang tertimpa musibah. Seruan tersebut disampaikannya melalui sambungan telepon dari Jakarta, Jumat (28/11/2025).
Bakri menegaskan bahwa kepedulian dan rasa kebersamaan perlu kembali diperkuat ketika kampung halaman menghadapi bencana.
"Banyak rang kampuang kita yang terdampak banjir dan longsor, mengalami kerugian besar. Untuk itu, para perantau Pessel di seluruh tanah air, mari kita ulurkan dukungan sesuai kemampuan kita,” ujarnya.
Ia mengaku prihatin melihat kondisi warga yang berjuang di tengah bencana dan mengingatkan bahwa bantuan sekecil apa pun sangat berarti bagi keluarga terdampak. Bakri juga mengimbau para perantau untuk tidak melupakan kampung halaman.
"Kampung adalah rumah pertama kita. Saat mereka butuh uluran tangan, jangan biarkan mereka berjuang sendiri," tambahnya.
Sebagai tindak lanjut, Ketua Umum DPP PKPS, Adi Karsyaf, juga menyerukan solidaritas serupa. Ia menilai kekuatan hubungan antara masyarakat rantau dan kampung adalah modal penting dalam menghadapi bencana. DPP PKPS kemudian secara resmi membuka penggalangan dana untuk membantu masyarakat Pesisir Selatan agar penyaluran bantuan dapat berlangsung lebih terkoordinasi dan tepat sasaran.
Donasi dapat disalurkan melalui rekening Bank Nagari nomor 04000210379292 atas nama Syafrizal QQ. DPP PKPS. DPP PKPS memastikan seluruh dana yang terkumpul akan dikelola secara transparan.
Sejumlah tokoh perantau Pesisir Selatan juga turut memelopori gerakan ini, di antaranya Ketua Umum DPP PKPS Adi Karsyaf, tokoh senior Alirman Sori, Indra Trigha, serta Sekjen Bakri Maulana. Kehadiran mereka diharapkan dapat memotivasi perantau lainnya untuk berkontribusi. Adi Karsyaf menambahkan bahwa dukungan bagi korban bencana tidak hanya berbentuk bantuan finansial, namun juga doa serta komunikasi yang intens dengan keluarga di kampung halaman.
“Kita mungkin jauh secara jarak, tapi rasa peduli tidak boleh ikut jauh,” ujarnya.
Ia menyampaikan bahwa bencana bukan hal baru bagi masyarakat Pesisir Selatan, namun dengan gotong royong, pemulihan dapat berlangsung lebih cepat. Adi juga berharap hubungan perantau dengan kampung halaman terus terjaga, tidak hanya saat terjadi bencana tetapi juga dalam pembangunan jangka panjang.
DPP PKPS mengajak seluruh masyarakat, baik di rantau maupun di Pessel, untuk memperkuat solidaritas. Semangat saling membantu diyakini menjadi pondasi utama pemulihan daerah terdampak serta memperkuat ketahanan masyarakat ke depan.