Painan, September----
Pengelola pupuk kompos Surantih Kecamatan Sutera Kabupaten Pesisir Selatan mengalami kesulitan memasarkan produksinya. Ketua Kelompok Rumah Kompos Surantih, Farial di Surantih Kamis (29/9) mengatakan, saat ini rumah kompos tersebut sudah mampu memproduksi kompos sebanyak 30 ton per bulan.
Ia mengatakan, rumah kompos yang sudah berdiri sejak 5 tahun terakhir yang dibina Pemerintah Kabupaten setempat melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura Perkebunan dan Peternakan itu hingga kini masih mengandalkan konsumen petani setempat (lokal) untuk mamasarkan hasil produksinya.
Untuk pengembangan pasar sesuai dengan kapasitas produksi saat ini, rumah kompos tersebut sudah menambah konsumen dari luar daerah. Sementara, konsumen lokal yang diharapkan juga belum sepenuhnya menggunakan pupuk buatan lokal itu untuk pertanian.
Menurut ia, konsumen lokal lebih cendrung memakai pupuk kimia (non organik) dibanding pupuk organik buatan lokal. Padahal, pupuk organik buatan rumah kompos Surantih lebih bagus untuk lahan pertanian karena bisa mengembalikan humus tanah yang sudah mulai rusak oleh pupuk non organik (kimia).
"Dari pengalaman yang kami kutip di lapangan, kualitas pupuk kompos ini lebih bagus dibanding pupuk kimia. Tetapi masyarakat (petani) belum mengetahui hal itu, sehingga mereka lebih memilih memakai pupuk kimia untuk memupuk tanamannya", ungkap Farial.
Kata ia, kecendrungan petani memakai pupuk kimia tersebut, karena pupuk kimia memberikan reaksi cepat pada pertumbuhan tanaman. Namun, jika diketahui dampak negatifnya, pupuk kimia termasuk salahsatu penyebab kerusakan tanah.
"Reaksi pupuk kimia terhadap berbagai tanaman memang cepat untuk pertumbuhan, namun dampak negatifnya juga besar terhadap tanah dan tanaman berikutnya," ujar farial.
Kata Farial, kompos ibarat multi-vitamin untuk tanah pertanian. Kompos dapat meningkatkan kesuburan tanah dan merangsang perakaran yang sehat, selain itu dapat memperbaiki struktur tanah dengan meningkatkan kandungan bahan organik tanah dan akan meningkatkan kemampuan tanah untuk mempertahankan kandungan air tanah.
Tanaman yang dipupuk dengan kompos juga cenderung lebih baik kualitasnya daripada tanaman yang dipupuk dengan pupuk kimia, misalnya, hasil panen lebih tahan disimpan, lebih berat, lebih segar, dan lebih enak.
Ditinjau dari beberapa aspek ekonomi banyak manfaat yang dapat dinikmati dari pemakaian kompos diantaranya, meningkatkan kesuburan tanah, memperbaiki struktur dan karakteristik tanah, meningkatkan kualitas hasil panen seperti halnya, rasa, nilai gizi dan jumlah panen.(04)