PESISIR SELATAN — Isak tangis tak terbendung dari seorang nenek bernama Iyas (70), Nagari Taratak Tampatih, Kecamatan Batang Kapas, saat melihat rumahnya hanyut diterjang banjir besar yang melanda wilayah tersebut. Dengan mata berkaca-kaca, ia menceritakan bagaimana banjir menghancurkan tempat tinggal yang selama ini ia huni bersama cucunya.
Banjir hebat yang terjadi di Nagari Taratak Tampatih tidak hanya merendam puluhan rumah warga, tetapi juga memutus jembatan gantung Padang Keludih. Jembatan itu merupakan akses utama masyarakat setempat, dan kini kondisinya hancur total sehingga tidak dapat lagi digunakan.
Di tengah duka itu, kedatangan Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni dan Anggota DPR RI Lisda Hendrajoni memberikan harapan bagi warga. Nenek Iyas dengan suara bergetar menyampaikan permintaan bantuan sambil menunjukkan puing rumahnya yang tersapu arus sungai.
“Tarimo kasih pak bupati, buk bupati lah tibo dikampuang. Caliak rumah wak pak, buk. Iko kondisi jembatan wak… bantu kami pak,” ujar Iyas sambil meneteskan air mata.
Rumah yang selama beberapa tahun ia tinggali bersama cucunya kini tak bersisa. Tak satu pun barang berharga yang dapat diselamatkan. Hanya pakaian di tubuhnya yang tersisa setelah banjir besar itu merendam pemukiman.
Meninjau langsung lokasi tersebut, Bupati Hendrajoni memastikan bahwa kerusakan jembatan gantung Padang Keludih akan segera dilaporkan ke pemerintah pusat. Ia menekankan bahwa pembangunan kembali jalur akses itu harus menjadi prioritas dalam penanganan pascabencana.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati mengatakan bahwa tim terpadu penanganan bencana akan terus bekerja untuk memastikan bantuan logistik dan kebutuhan mendesak warga tersalurkan secara cepat dan tepat. Kolaborasi seluruh unsur pemerintah daerah disebut sangat penting dalam kondisi darurat seperti ini.
Ia juga menginstruksikan camat serta wali nagari agar segera melaporkan seluruh warganya yang terdampak banjir dan longsor kepada BPBD Kabupaten Pesisir Selatan, agar data penerima bantuan benar-benar valid dan penyaluran berjalan efektif.
Sementara itu, Anggota DPR RI Lisda Hendrajoni menegaskan komitmennya membawa proposal penanganan bencana Pesisir Selatan ke pemerintah pusat. Dokumen tersebut akan disampaikan kepada BNPB serta Kementerian Sosial agar percepatan bantuan dapat segera dilakukan.
Lisda menyatakan bahwa perbaikan infrastruktur rusak, termasuk jembatan gantung, harus diperjuangkan agar aktivitas masyarakat bisa kembali normal. Menurutnya, situasi darurat seperti ini membutuhkan respons cepat dan kebijakan prioritas dari pemerintah pusat.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Hendrajoni bersama Lisda Hendrajoni, OPD terkait, dan tim terpadu juga menyalurkan bantuan sembako kepada warga yang kehilangan rumah dan harta benda akibat banjir. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat hingga proses pemulihan berjalan optimal.
Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendampingi warga terdampak dan memastikan setiap kebutuhan dasar terpenuhi di tengah masa pemulihan bencana yang masih berlangsung.