• info@pesisirselatan.go.id
  • Hours: Mon-Fri: 8am – 4pm
 Akan Dijadikan Sentra, Potensi Pengembangan Sapi Potong Cukup Besar di Kecamatan Sutera

01 Oktober 2020

829 kali dibaca

Akan Dijadikan Sentra, Potensi Pengembangan Sapi Potong Cukup Besar di Kecamatan Sutera

Pesisir Selatan--Tingginya potensi pengembangan sapi potong di Kecamatan Sutera menjadi salah satu peluang kecamatan itu bisa dijadikan sebagai sentra daging di Kabupaten Pesisir Selatan.

Upaya itu perlu dilakukan agar ekonomi masyarakat, terutama petani peternak semakin meningkat.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Pesisir Selatan, Efrianto, kepada pesisirselatan.go.id Kamis (1/9), dan menegaskan bahwa kecamatan itu memang akan dijadikan sebagai sentra ternak sapi potong di daerah itu.  

"Penetapan Kecamatan Sutera sebagai sentra sapi potong sebagaimana saat ini, memang didasari oleh besarnya potensi pengembangan yang bisa dilakukan oleh masyarakat. Selain memiliki lahan pakan yang luas, kawasan gembala juga tersebar di beberapa nagari yang ada di kecamatan itu," katanya.

Dijelaskanya bahwa di Pessel jumlah ternak jenis sapi potong ada sebanyak 80.976 ekor yang terdiri  21.806 ekor jantan, dan sebanyak 59.170 ekor betina.

"Dari jumlah itu, sebanyak 10.003 ekornya terdapat di Kecamatan Sutera, dimana untuk jenis betina sebanyak 7.733 ekor, dan jantan 2.270 ekor pula," terangnya.

Dia menyampaikan bahwa untuk menunjang dan memaksimalkan upaya itu, para wali nagari di kecamatan itu telah menyepakati semua nagari mengalokasikan anggaran melalui Dana Desa untuk mendukung program tersebut.
 
"Sedangkan dari pihak Disnakeswan, kami juga telah menyiapkan satu orang dokter hewan dan beberapa orang petugas Inseminasi Buatan (IB) atau kawin suntik. Langkah ini bertujuan agar pengembangan sapi potong pada kecamatan yang dijadikan sebagai sentra ini, benar-benar bisa dilakukan secara maksimal," ungkapnya.

Camat Sutera Fakhrudin, ketika dihubungi menjelaskan bahwa pihaknya memang memberikan dorongan kepada semua pemerintah nagari di kecamatan itu agar melakukan pengelolaan dan pengembangan sapi potong. Sebab potensinya memang sangat besar di kecamatan itu.

"Bahkan semua nagari juga kita dorong memiliki dan mempersiapkan satu orang warganya, untuk selalu bisa mengikuti pelatihan IB yang diadakan Disnakeswan. Tujuannya agar pengembangan sapi potong bisa dilakukan secara maksimal pada kecamatan yang dijadikan sentra ini," timpalnya. (05)