PESISIR SELATAN — Anggota DPR RI, Lisda Hendrajoni, menegaskan pentingnya penguatan langkah-langkah pencegahan dalam menghadapi risiko bencana, terutama terhadap ancaman yang sejatinya masih dapat dikendalikan melalui perencanaan dan tindakan sejak dini.
Pernyataan tersebut disampaikan Lisda saat menghadiri peresmian Hunian Sementara (Huntara) di Nagari Puluik-Puluik, Kecamatan Bayang Utara, Sabtu (24/1/2026).
Lisda menilai, persoalan seperti pendangkalan sungai dan kerentanan lereng merupakan contoh ancaman nyata yang seharusnya dapat diantisipasi lebih awal.
Menurutnya, pendekatan preventif harus menjadi prioritas utama, bukan sekadar respons setelah bencana terjadi.
Ia juga menekankan bahwa penanganan risiko bencana mesti dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.
Jika saat ini masih terdapat sejumlah titik rawan, maka setiap tahun jumlah tersebut semestinya terus berkurang sebagai indikator adanya kerja nyata dan komitmen dalam mitigasi.
Meski demikian, Lisda mengakui bahwa tidak semua peristiwa bencana dapat diprediksi.
Ada kejadian yang berada di luar kendali manusia, bahkan terjadi di wilayah yang sebelumnya dinilai aman.
Untuk kondisi tersebut, Lisda mengajak seluruh pihak agar tetap memperkuat ikhtiar, meningkatkan kewaspadaan, serta menyerahkan hasil akhirnya kepada Tuhan Yang Maha Esa.