Pesisir Selatan--Dinilai berpeluang bisa dijadikan sebagai daya tarik pariwisata, pemerintah kabupaten (Pemkab) Pesisir Selatan (Pessel) tahun 2021 tetap akan mengembangkan kearifan lokal yang dimiliki oleh masyarakat di daerah itu.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Pessel, Hadi Susilo, Senin (7/12) di Painan.
Diungkapkannya bahwa dengan telah dijadikan nya Pessel sebagai daerah kunjungan wisata utama oleh masyarakat di Sumbar, maka banyak potensi yang bisa digali dan bisa disuguhkan sebagai daya tarik.
"Potensi tersebut bisa dikemas menjadi wisata minat khusus bagi wisatawan yang berkunjung. Tentunya disesuaikan dengan potensi dan keunikan yang dimiliki menurut selera atau minat pengunjung," katanya.
Dijelaskannya bahwa Pessel selain memiliki wisata pantai dan pulau-pulau kecil yang indah, juga memiliki aliran sungai yang jernih, kawasan perbukitan hijau yang dihiasi hamparan sawah yang luas, serta juga bermacam jenis tanaman buah pada lahan perkebunan milik masyarakat.
"Berbagai potensi itu memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi lokasi wisata minat khusus, yang hingga saat ini belum dikemas secara maksimal dan dijual kepada wisatawan," katanya.
Salah satu potensi yang yang bisa dikemas dan dijual kepada wisatawan adalah ketika daerah itu memasuki musim panen durian.
"Melalui ciri khas durian 'pasisianya' ini, Pessel bisa menawarkan paket wisata menunggu durian jatuh dari pohon. Ini tentu memiliki daya tarik yang tinggi bagi masyarakat luar daerah. Sebab sensasi yang ditawarkan belum tentu bisa dimiliki oleh daerah lain. Bahkan ini akan memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berminat," katanya.
Dikatakan lagi bahwa sensasi lainya melalui paket wisata minat khusus itu juga ada pada aliran sungainya.
"Melalui kearifan lokalnya, beberapa nagari di Pessel memiliki kawasan ikan larangan pada aliran sungainya. Ketika melakukan panen besar, ini bisa dikemas menjadi paket wisata bagi masyarakat atau penggiat wisata yang ada di daerah. Termasuk juga menangkap ikan dengan menggunakan pukat tepi oleh masyarakat nelayan," jelasnya.
Ditambahkanya bahwa potensi dan kearifan lokal yang dimiliki oleh masyarakat termasuk salah satu nilai investasi yang tidak bisa dibandingkan uang. Sebab kehadiran nya seiring dengan budaya dan perubahan zaman yang berlaku di lingkungan masyarakat itu sendiri.
"Makanya potensi yang ada itu harus dijaga agar bisa memberikan peluang ekonomi bagi masyarakat, seiring dengan dijadikannya sektor pariwisata sebagai sektor unggulan di daerah ini," tutupnya. (05)