Pesisir Selatan,- Kondisi badan jalan Kabupaten di Kampung Limau Puruik,nagari Koto Ranah Kecamatan Bayang Utara ( Bayu) Kabupaten Pesisir Selatan ( Pessel)mengalami kerusakan parah, akibat separoh bagian badan jalan longsor dan terjun ke jurang, dikhuwatirkan 3 nagari bakal terisolasi.
Ke tiga nagari yang terancam putus tersebut yaitu, Nagari Muara Aie, Nagari Pancung Taba dan nagari Ngalau Gadang, kondisi ini akan dapat membuat ekonomi masyarakat bakal lumpuh, keberadaan jalan sebagai alat transportasi merupakan urat nadi masyarakat, kata Sekrterais nagari Koto Ranah Indra kepada Pesisir Selatan.go.id.Selasa(12/01) di nagari setempat.
Menurutnya, Kerusakan jalan yang cukup memperhatinkan tersebut terkesan perbaikan diabaikan. Terbukti sampai saat ini belum ada tanda- tanda diperbaiki oleh pihak dinas terkait. Bila kerusakan badan jalan ini tidak segera diatasi. dikhuwatirkan hubungan lalu lintas bakal terputus dan ekonomi masyarakat akan semakin terpuruk.
Ruas jalan yang amblas akibat longsor tersebut diperkirakan sepanjang 16 meter, akibat tanahnya yang labil pasca terjadinya hujan lebat yang terjadi beberapa hari lalu, padahal jalan tersebut merupakan jalan alternatif yang bakal menghubungi Kabupaten Pesisir Selatan dari Nagari Pasar Baru Pessel menuju Alahan Panjang Kabupaten Solok .
Sementara itu, Wali nagari Muaro Aie Kecamatan Bayu Pessel, Joenaidi mengakui, selain badan jalan amblas di Kampung Lumau Purut juga beberapa bagian badan jalan kabupaten dari Nagari Koto Ranah sampai ke Nagari Muaro Aie beberapa titik tertimbun longsor material yang segera perhatian penangananya dan perhatian pemerintah.
Camat Kecamatan Bayang Utara ( Bayu) Pesisir Selatan ( Pessel), Ronal Bernando ketika dikonfirmasikan mengatakan, masalah kerusakan jalan sudah disampaikan kepada Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pessel, kini menunggu realisasinya perbaikan jalan yang amblas disebabkan longsor tersebut, masyarakat juga berharap agar badan jalan yang rusak itu, segera diperbaiki agar kendala lalulintas dapat diatasi dalam waktu yang tidak lama, tuturnya ( *)