Pesisir Selatan-Bupati Hendrajoni melakukan peletakan batu pertama pembangunan dan rehabilitasi Jaringan Irigasi Sungai Sirah, Nagari Pondok Parian Lunang, Kecamatan Lunang, Selasa (28/7).
Usai kegiatan itu bupati mengatakan, Kabupaten Pesisir Selatan berkomitmen untuk peningkatan produksi padi sebesar 306.530 ton tahun 2020 serta adanya peningkatan luas sawah beririgasi mencapai 7,23%/tahun.
Peningkatan pembangunan sarana dan prasarana pertanian 9,60 %/tahun, dan penerapan teknologi tepat guna pada 123 kelompok tani/tahun, ucapnya.
Sementara itu terkait pengelolaan irigasi bupati juga menjelaskan, Komisi Irigasi Kabupaten mempunyai wilayah kerja, dengan Daerah Irigasi (DI) yang luasnya 1000 hektare ke bawah.
Sementara tugas pokoknya adalah membantu bupati merumuskan rencana kebijakan untuk mempertahankan dan meningkatkan kondisi dan fungsi irigasi yang ada.
Merumuskan rencana tahunan penyediaan, pembagian dan pemberian air irigasi yang efesien bagi pertanian. Merekomendasikan prioritas alokasi dana pengelolaan irigasi melalui forum musyawarah pembangunan (Musrenbang).
Merumuskan rencana pemeliharaan dan rehabilitasi jaringan irigasi yang meliputi prioritas penyediaan dana, pemeliharaan dan rehabilitasi. Melaporkan hasil kegiatan selama 1 tahun kepada bupati tentang progres kerjanya.
"Saya minta Komisi Irigasi melaksanakan tugas dengan baik dan tuntas, sehingga keberadaan Komisi Irigasi ini dapat mengangkat kesejahteraan petani di Pesisir Selatan kedepanya," katanya.
Selanjutnya, bupati berharap dengan dengan komisi ini, ada kemajuan bagi para petani, serta Pesisir Selatan bisa menjadi lumbung padi di Sumatera Barat.
Pada kesempatan itu bupati berharap agar petani memanfaatkan dan memelihara sarana irigasi dengan baik. Karena keberadaan irigasi sangat penting untuk meningkatkan produksi pertanian.
"Sementara Dinas PSDA juga harus memantau kondisi seluruh irigasi. Bila ada yang mengalami kerusakan harus diperbaiki, sehingga air dapat mengalir ke areal persawahan petani dengan lancar," katanya. (03)