• info@pesisirselatan.go.id
  • Hours: Mon-Fri: 8am – 4pm

01 Februari 2026

65 kali dibaca

Perkuat Pengawasan Pemilu, Bawaslu Pesisir Selatan Libatkan Pelajar Lewat Deklarasi Pengawas Muda

PESISIR SELATAN — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pesisir Selatan terus memperluas pengawasan pemilu berbasis partisipasi publik dengan menyasar kalangan generasi muda. Salah satu langkah konkret dilakukan melalui Deklarasi Pengawas Partisipatif Muda yang dilaksanakan di SMAN 2 Painan, Jumat (30/1).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Kelas Pemilu yang dirancang untuk meningkatkan literasi demokrasi serta kesadaran pengawasan pemilu di kalangan pelajar, khususnya generasi Z yang dinilai memiliki peran strategis dalam demokrasi elektoral.

Deklarasi itu diikuti oleh siswa SMAN 2 Painan dan memuat lima komitmen utama, yakni melawan hoaks dan fitnah, menolak politisasi isu SARA, melakukan edukasi kepada teman sebaya, mengawal suara rakyat, serta mendukung penuh penyelenggaraan pemilu yang jujur dan bermartabat.

Anggota Bawaslu Kabupaten Pesisir Selatan, Nurmaidi, menegaskan bahwa pelibatan generasi muda dalam pengawasan pemilu menjadi kebutuhan mendesak, seiring besarnya proporsi pemilih dari kelompok usia muda.

“Pada Pemilu 2024 lalu, pemilih dari kalangan Gen Z mencapai sekitar 30 persen dari total pemilih di Pesisir Selatan. Angka ini menunjukkan bahwa generasi muda bukan sekadar pelengkap, tetapi aktor penting dalam menjaga kualitas demokrasi,” kata Nurmaidi.

Ia menjelaskan, Bawaslu secara berkelanjutan melakukan sosialisasi kepemiluan di sekolah-sekolah untuk menanamkan nilai demokrasi sejak dini, sekaligus mendorong lahirnya agen-agen pengawasan partisipatif muda yang dapat berperan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Sementara itu, Kepala Seksi SMA Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Sumatera Barat, Hilma Novia Lira, menyebut para siswa yang terlibat dalam deklarasi tersebut merupakan generasi yang akan menentukan arah Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045.

“Menanamkan nilai demokrasi dan pengawasan pemilu sejak sekarang adalah investasi jangka panjang. Harapannya, siswa-siswa ini mampu menularkan semangat demokrasi yang sehat kepada lingkungan sekitarnya,” ujarnya.

Kepala SMAN 2 Painan, Erisman, menilai kegiatan deklarasi pengawas partisipatif muda menjadi momentum penting dalam pembentukan karakter siswa yang kritis, peduli, dan bertanggung jawab sebagai warga negara.

Menurutnya, keterlibatan aktif siswa dalam kegiatan kepemiluan tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga membangun kesadaran akan pentingnya menjaga integritas pemilu sebagai fondasi demokrasi.

“Kami menyambut baik program ini karena sejalan dengan pendidikan karakter di sekolah, khususnya dalam membentuk sikap jujur, adil, dan berani menyuarakan kebenaran,” ujar Erisman.

Deklarasi tersebut turut dihadiri jajaran Bawaslu Kabupaten Pesisir Selatan, antara lain Anggota Bawaslu Bambang Putra Niko dan Syafrizal, Kepala Sekretariat Rinaldi, Kasubag Pengawasan Ashari, Kasubag Administrasi Novalina Elsa Putri, serta majelis guru SMAN 2 Painan.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu berharap pengawasan pemilu tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga, tetapi tumbuh sebagai gerakan bersama yang dimulai dari generasi muda demi mewujudkan demokrasi yang berintegritas.