PESISIR SELATAN – Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan resmi meluncurkan sekaligus menandatangani nota kesepahaman (MoU) Program Gerakan Ekonomi Masyarakat melalui Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga menuju Pesisir Selatan Maju (GEMA PESSEL MAJU), Rabu (29/1/2026), di Gedung Painan Convention Center (PCC).
Program ini dirancang sebagai gerakan terpadu berbasis nagari untuk memperkuat ekonomi keluarga sekaligus mempercepat penurunan angka stunting melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat.
Peluncuran GEMA PESSEL MAJU dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten, Plt Kepala DPMDPPKB, para Staf Ahli, kepala OPD, Tim Penggerak PKK kabupaten dan kecamatan, camat, wali nagari, serta Ketua TP PKK nagari se-Pesisir Selatan.
Sebanyak sekitar 460 peserta dari 15 kecamatan mengikuti kegiatan tersebut, terdiri atas unsur camat dan Ketua TP PKK kecamatan, serta wali nagari bersama Ketua TP PKK nagari.
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pesisir Selatan, Ny. Dr. Hj. Lisda Hendrajoni, S.E., M.M.Tr, menyatakan bahwa GEMA PESSEL MAJU merupakan bentuk nyata sinergi antara pemerintah daerah dan Gerakan PKK dalam menjawab persoalan ekonomi dan sosial masyarakat secara berkelanjutan.
EMA PESSEL MAJU adalah gerakan bersama untuk memberdayakan ekonomi keluarga agar berdampak langsung pada peningkatan gizi, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat nagari,” ujar Lisda dalam sambutannya.
Ia menuturkan, Pesisir Selatan memiliki potensi besar di sektor pertanian, perikanan, dan pariwisata. Namun, tantangan stunting masih menjadi persoalan serius yang membutuhkan pendekatan inovatif dan kolaboratif.
“Per Agustus 2025, tercatat 2.113 kasus stunting. Ini menjadi alarm bagi kita semua bahwa upaya penurunan stunting harus dilakukan secara lebih terstruktur dan berbasis keluarga,” ungkapnya.
Menurut Lisda, keterbatasan ekonomi rumah tangga dan belum optimalnya pemenuhan gizi menjadi faktor utama. Karena itu, GEMA PESSEL MAJU mendorong pemanfaatan pekarangan rumah untuk menanam sayuran, buah-buahan, serta beternak unggas sebagai sumber protein keluarga.
“Dalam jangka pendek, keluarga bisa memenuhi kebutuhan gizinya sendiri. Dalam jangka menengah, hasilnya bahkan bisa menjadi pemasok dapur Makan Bergizi Gratis (MBG),” jelasnya.
Program ini bersifat fleksibel dan disesuaikan dengan potensi masing-masing nagari. Pelaksanaannya melibatkan PKK nagari, kader dasawisma, kader posyandu, serta dukungan lintas sektor perangkat daerah.
Lisda juga menekankan besarnya modal sosial yang dimiliki Pesisir Selatan. Saat ini terdapat lebih dari 6.300 kader PKK, 4.600 kader dasawisma, dan 780 posyandu yang siap menjadi ujung tombak pelaksanaan program.
“Perempuan Pesisir Selatan dikenal ulet dan gigih. Ini adalah kekuatan besar untuk mendorong perubahan dari tingkat keluarga,” katanya.
Dari sisi kebijakan, GEMA PESSEL MAJU selaras dengan regulasi nasional, antara lain Permendagri Nomor 36 Tahun 2020 tentang Gerakan PKK, Permendagri Nomor 18 Tahun 2018 tentang Lembaga Kemasyarakatan Desa, serta Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 tentang Posyandu.
Untuk mendukung implementasi program, Pemkab Pesisir Selatan mendorong setiap nagari mengalokasikan anggaran sekitar Rp25–30 juta melalui APB Nagari pada bidang pemberdayaan masyarakat sebagai langkah awal.
“MoU ini menjadi dasar kebijakan agar GEMA PESSEL MAJU dapat dianggarkan dan dilaksanakan secara konsisten di seluruh nagari,” tegas Lisda.
Program ini juga diintegrasikan dengan BUMNag dan Kelompok Dasawisma Mandiri Produktif (KDMP) sebagai penopang keberlanjutan ekonomi, sehingga hasil produksi rumah tangga memiliki nilai tambah dan pasar yang jelas.
Lisda optimistis, jika dijalankan secara konsisten dan berkelanjutan, GEMA PESSEL MAJU akan menjadi pengungkit utama peningkatan ekonomi keluarga sekaligus mempercepat terwujudnya nagari sehat, nagari kenyang, dan nagari sejahtera di Pesisir Selatan.
“Dengan komitmen bersama dan kepemimpinan yang kuat, PKK dapat menjadi kekuatan strategis yang menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” tutupnya.