• info@pesisirselatan.go.id
  • Hours: Mon-Fri: 8am – 4pm
Dinas Perikanan Pesisir Selatan : Manfaatkan Perkarangan Rumah Untuk Meningkatkan Ekonomi Rumah Tangga

14 Juli 2020

680 kali dibaca

Dinas Perikanan Pesisir Selatan : Manfaatkan Perkarangan Rumah Untuk Meningkatkan Ekonomi Rumah Tangga

Pesisir Selatan --- Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, melalui Dinas Perikanan melakukan program Budidaya Ikan dengan memanfaatkan pekarangan rumah yang sempit tapi masih bisa menghasilkan.

Dalam rangka peningkatan ekonomi masyarakat, selain dari wadah yang digunakan dan mudah didapatkan, namun juga pola perawatan ikan yang dinilai sangat sederhana. Pekarangan sempit ternyata bisa meningkatkan perekonomian rumah tangga.

Program tersebut diberikan nama Budidaya Ikan Dalam Ember (Budikdamber), dimana dalam pembudidayaannya menggunakan ember plastik yang tidak terlalu besar, sehingga bisa ditempatkan pada lokasi yang tidak terlalu lebar, seperti pekarangan rumah.

“Kita programkan kegiatan ini setelah adanya ide dari Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI), Lisda Hendrajoni bagaimana ibu rumah tangga juga turut serta menambah penghasilan dengan memanfaatkan pekarangan rumah, dan alhamdulillah terciptalah program ini, dan selanjutnya bakal di launching tahun ini,” ujar Kepala Dinas Perikanan Pesisir Selatan. Andi Syafinal, Selasa sore diruang kerjanya (14/7).

Menurutnya, terhadap program yang bakal dilaunching oleh pihaknya itu bisa dilakukan dan dikerjakan oleh bagi seluruh masyarakat Pesisir Selatan.

Andi menambahkan, satu ember yang berisikan air mampu menampung bibit ikan sebanyak 60 hingga 70 ekor jenis ikan lele dan nila dengan produktifitas panen per ember nya berkisar sekitar 6 hingga 7 kilogram ikan,"katanya.

“Kalau ini kita kembangkan, maka akan menghasilkan nilai rupiah yang fantastis, dan ibu rumah tangga bisa menghasilkan,”sebutnya.

Dijelaskan, jika satu rumah tangga telah mampu memfasilitasi sebanyak 10 ember, maka akan berpenghasilan sekitar 60 hingga 70 kilogram ikan lele segar per tiga bulan maksimal, dengan prospek keuntungan sekitar Rp11 ribu per kilogramnya.

“jika ini bisa dilaksanakan oleh ibu rumah tangga, maka ini sangat menjanjikan sekali,” terangnya.