Harga Pinang Mulai Menanjak Naik di Pesisir Selatan
Pesisir Selatan--Besarnya potensi pengembangan tanaman pinang di Kabupaten Pesisir Selatan, salah satu motivasi bagi masyarakat petani di daerah itu menjadikan pinang sebagai salah satu komoditi unggulan.
Namun akibat tidak menentunya harga, membuat petani sering mengeluh walau saat ini harganya mengalami peningkatan sebesar Rp 1 ribu per kilogram, baik yang sudah kering maupun yang masih dalam kondisi setengah kering.
Hal itu dikatakan Jamilus 53, petani pinang di Nagari Kambang Timur, Kecamatan Lengayang Selasa (25/8).
"Sekarang komoditi pinang memang sudah dijadikan unggulan oleh sebagian masyarakat petani di daerah ini. Komoditi ini dijadikan sebagai pilihan, sebab selain didukung oleh lahan yang luas, harganya juga cukup menjanjikan secara ekonomi. Bahkan sempat menembus hingga di atas Rp 20 per kilogram. Namun sekarang harganya berada pada kisaran Rp 12.500 per kilogram," katanya.
Disampaikannya bahwa harga Rp 12.500 ribu per kilogram itu adalah dalam kondisi basah, sedangkan jika sudah dikeringkan bisa dihargai pedagang hingga Rp 13.000 per kilogramnya.
Maruan 48, pedagang pinang di Pasar Kambang, Kecamatan Lengayang ketika ditanya mengatakan bahwa dibanding enam bulan lalu, harga pinang di daerah itu memang sudah mulai membaik.
"Saya katakan demikian, sebab enam bulan lalu harga 1 kilogram dalam kondisi setengah kering saya hargai Rp 9 ribu per kilogram. Sekarang sudah naik menjadi Rp 12.500 per kilogram. Sedangak yang benar-benar kering bisa di atas Rp 13 ribu per kilogram. Harga itu juga tergantung kepada kualitas pinang yang dijual," ungkapnya.
Dia menyampaikan bahwa bila harga pinang turun, sebagian besar petani lebih memilih menyimpan, daripada menjual. Sebab komoditi ini bila dikeringkan secara sempurna, bisa disimpan hingga satu tahun.
"Karena saat ini harga bisa dikatakan menengah atau tidak mahal dan juga tidak murah, sehingga petani banyak yang menjual pinangnya. Tapi perlu juga saya jelaskan bahwa pinang yang dijual oleh petani kepada saya tetap dikurangi dengan kadar airnya sebesar sepuluh persen, agar saya tidak merugi ketika dijual lagi kepada pedagang lebih besar dari Kota Padang," ujarnya.
Ditambahkan lagi bahwa di daerah itu harga pinang memang sempat menembus hingga di atas Rp 20 per kilogram.
"Namun rata-rata harga stabilnya berada pada kisaran Rp 15 ribu hingga Rp 17 ribu," ungkapnya.
Diungkapkan lagi bahwa kenaikan harga itu sangat tergantung kepada permintaan pinang dari luar negeri.
"Jika permintaan pinang dari luar negeri tinggi dan produksi sedikit, harga akan tinggi. Demikian pula sebaliknya," timpal Maruan. (05)