• info@pesisirselatan.go.id
  • Hours: Mon-Fri: 8am – 4pm

27 November 2012

619 kali dibaca

JALAN LUBUK NYIUR-TUIK BATANGKAPAS BURUK

Painan, November  2012


Jalan Kabupaten menghubungkan Nagari (Desa Adat) Lubuk Nyiur IV Koto Mudiak - Tuik IV Koto Mudiak, Kecamatan Batangkapas, Kabupaten Pesisir Selatan membutuhkan perbaikan karena kondisinya sudah sangat memperihatinkan.

"Jalan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat dua nagari ini. Setiap harinya ratusan warga selalu lalu lintas dalam melaksanakan aktivitasnya di jalan itu. Namun akibat kondisi jalan yang sudah rusak parah ini membuat kelancaran transportasi masyarakat menjaga terganggu, " kata Walinagari (Kepala Desa Adat) Tuik IV Koto Mudiak, Sumardi di Painan, kemarin.

Kondisi rusak parah itu terlihat di sepanjang jalan kabupaten itu sekitar 6 kilometer. Di sepanjang badan jalan terdapat lubang besar dan material jalan yang sudah terkelupas.
Parahnya pada musim hujan, lubang-lubang jalan itu digenangi air sehingga tidak jarang mendatangkan bahaya kecelakaan bagi warga berlalulintas dalam menjalankan aktivitasnya sehari hari.

Selain itu, jalan jelek tersebut juga mengakibatkan waktu tempuh bagi penggunanya menjadi lambat. Untuk panjang sekitar 6 kilometer itu dapat ditempuh sekitar 1 jam. Apalagi pada musim hujan, bisa ditempuh dalam 1,5 jam. Selain banyak lubang, juga sangat sulit ditempuh karena licinnya badan jalan yang bertanah.

Kondisi jalan buruk tersebut sudah menjadi keluhan warga setempat, karena arus lalulintas di jalan itu cukup tinggi, baik warga Tuik yang bepergian ke Lubuk Nyiur, begitu sebaliknya, termasuk anak sekolah yang pergi dan pulang sekolah.

Di dua nagari itu terdapat Sekolah Menengah Atas (SMA), Madrasyah Tsanawiyah (MTs) dan SMP serta Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).
Untuk menuju fasilitas pemerintah tersebut mereka harus melalui jalan itu, begitu juga bagi warga lainnya pergi dan pulang ke areal perkebunan dan pertanian miliknya.

"Dengan kondisi jalan yang buruk itu membuat ongkos angkut hasil pertanian dan perkebunan warga menjadi tinggi. Bagi anak sekolah, dengan jarak tempuh yang terbilang dekat itu juga membertakan karena mereka harus mengeluarkan biaya ongkos yang besar, " ujar dia.

Hasil pertanian dan kebun di nagari tersebut yakni padi dan karet. Khusus areal pertanian, dua nagari itu memiliki areal sawah sekitar 2.500 hektar, begitu juga dengan areal perkebunan terdapat sekitar 1.200 hektar siap panen.(04