• info@pesisirselatan.go.id
  • Hours: Mon-Fri: 8am – 4pm
Posyandu ILP Digelar di Sungai Nyalo dan Tuik, Layanan Kesehatan Masyarakat Diperluas

15 Januari 2026

61 kali dibaca

Posyandu ILP Digelar di Sungai Nyalo dan Tuik, Layanan Kesehatan Masyarakat Diperluas

Pesisir Selatan--Program Integrasi Layanan Primer (ILP) melalui kegiatan Posbindu Penyakit Tidak Menular (PTM) dan Posyandu Balita dilaksanakan secara terpadu di Nagari Sungai Nyalo Posyandu Melati I serta Nagari Tuik Posyandu Flamboyan II oleh petugas PTM Puskesmas IV Koto Mudiak, Kecamatan Batang Kapas,  Selasa (13/1/2026).

Petugas PTM, Cici Elva, menjelaskan bahwa kegiatan ILP tersebut bertujuan mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat agar pemeriksaan kesehatan dapat diakses secara mudah dan berkelanjutan. 

Hal itu disampaikannya saat dihubungi, Kamis (15/1/2026).

“Melalui Posyandu ILP, masyarakat bisa mendapatkan berbagai layanan kesehatan dasar dalam satu tempat, mulai dari skrining penyakit tidak menular hingga pelayanan kesehatan ibu dan anak,” ujar Cici Elva.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut dilaksanakan oleh petugas imunisasi, petugas PTM, pelayanan lansia, serta bidan desa yang bertugas di wilayah setempat.

Cici Elva menyebutkan, layanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat usia produktif dan lanjut usia meliputi skrining penyakit tidak menular, seperti pemeriksaan tekanan darah, lingkar perut, berat badan, tinggi badan, serta pemeriksaan gula darah dan konseling kesehatan.

Berdasarkan data kunjungan, sebanyak 32 orang usia produktif dan lansia mengikuti pemeriksaan PTM, dengan hasil ditemukan tujuh orang mengalami hipertensi, tiga orang mengalami gangguan indra, serta tidak ditemukan kasus diabetes maupun obesitas.

Menurut Cici, pemeriksaan PTM bertujuan meningkatkan peran serta masyarakat dalam pencegahan dan penemuan dini faktor risiko penyakit tidak menular pada kelompok usia produktif 15–59 tahun.

“Melalui Posbindu PTM, pencegahan dapat dilakukan lebih cepat sebelum penyakit berkembang menjadi lebih berat,” jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa penyakit tidak menular yang umum dideteksi melalui kegiatan ini meliputi hipertensi, diabetes, obesitas, hingga penyakit jantung, dengan faktor risiko antara lain kebiasaan merokok, pola makan tidak sehat, dan kurangnya aktivitas fisik.

Sementara itu, pelayanan kesehatan untuk bayi dan balita difokuskan pada pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, pemberian makanan tambahan (PMT), serta pelaksanaan imunisasi sesuai jadwal.

Selain itu, ibu hamil juga mendapatkan layanan pemeriksaan lingkar lengan atas (LILA) serta pemeriksaan hemoglobin (HB) guna mendeteksi risiko anemia sejak dini.

Cici Elva menyampaikan bahwa kegiatan PTM masuk dalam Klaster 3 pelayanan kesehatan ILP yang menyasar kelompok usia produktif dan lanjut usia.

Sementara kegiatan imunisasi bayi dan balita merupakan bagian dari Klaster 2 ILP yang difokuskan pada pelayanan kesehatan anak usia dini di tingkat posyandu.

Imunisasi yang diberikan kepada bayi dan balita meliputi Hepatitis B, BCG, Polio, DPT, HiB, PCV (pneumokokus), Rotavirus, serta MR atau campak-rubella.

Adapun imunisasi yang tercatat diberikan pada kegiatan tersebut antara lain Polio II, Polio III, Polio IV, DPT I, PCV I dan III, Rotavirus I dan II, Campak, IDL, DPT lanjutan, Campak lanjutan, serta TD 0.

Menurut Cici, imunisasi yang diberikan secara rutin dan berkala di posyandu sangat penting untuk mencegah berbagai penyakit menular, seperti tuberkulosis, difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, dan polio.

Ia berharap pelaksanaan Posyandu ILP dapat terus terintegrasi dengan baik dan berjalan lancar ke depan sebagai langkah awal dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

“Dengan berjalannya program ILP ini, kami berharap masyarakat semakin sadar pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin sehingga kualitas kesehatan masyarakat dapat terus meningkat,” tutup Cici Elva.