Pesisir Selatan--Pencemaran lingkungan tidak hanya terjadi akibat pembuangan limbah dan sampah sembarangan, tapi juga bisa ditimbulkan oleh kabut asap.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Jumsu Trisno, kepada pesisirselatan.go.id Jumat (26/6) di Painan.
Dia mengatakan bahwa Pessel merupakan daerah pertanian yang memiliki luas lahan terluas di Sumatera Barat (Sumbar).
"Namun sebagian petani di daerah ini masih ada yang membiasakan diri membakar jerami setelah panen. Tapi sebagiannya juga sudah ada meninggalkan kebiasaan itu, sebab berdampak bisa mencemari lingkungan," katanya.
Dia mengatakan bahwa sebagai daerah pertanian, kesadaran masyarakat petani untuk menjaga lingkungan agar terhindar dari pencemaran udara memang juga perlu terus ditingkatkan.
"Sebab jika kebiasaan membakar jerami setelah panen tidak ditinggalkan, pencemaran udara akan masih tetap terjadi di daerah ini. Dari itu lakukanlah penanganan jerami dengan baik dan tidak dibakar," katanya.
Terkait harapan itu, pihaknya melalui petugas terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat di daerah itu untuk terus meningkatkan kesadaran menjaga lingkungan agar terhindar dari pencemaran.
"Sosialisasi ini juga dilakukan kepada masyarakat petani. Sebab sebagai daerah yang memiliki lahan pertanian dengan tanaman padi yang luas. Potensi pencemaran udara akibat perilaku pembakaran jerami cukup tinggi. Melalui sosialisasi yang dilakukan, sehingga kekuatiran itu bisa diantisipasi. Sebab sangat disayangkan rasanya udara yang sejuk dan bersih kebanggaan masyarakat di pedesaan, tercemar akibat pembakaran," ungkapnya. (05)