Pesisir Selatan-Kemajuan pembangunan dan sosial di nagari menjadi bukti bahwa pengelolaan sumber daya yang kian efektif. Hal itu disebutkan Kepala DPMDPPKB Pesisir Selatan, Wendi saat ditanya terkait dengan perkembangan pembangunan nagari, Jumat (2/10) di Painan..
Wendi memaparkan bahwa terjadi kemajuan signifikan terhadap pembangunan fisik dan non fisik di nagari. "Ini bisa kita lihat dari data Indek Desa Membangun (IDM) yang telah diterbitkan oleh Kemendes, PDTT," ujanya.
Lebih jauh dijelaskan bahwa pada tahun 2019 ada 33 nagari yang masih berstatus tertinggal. "Tahun ini tersisa 17 nagari saja, dan selebihnya naik menjadi nagari berkembang," kata mantan Asisten Administrasi Umum, Setda Kabupaten Pesisir Selatan itu.
Menurut Wendi, kemajuan nagari tersebut tidak terlepas dari peran penting camat sebagai pembina dan pengawas nagari di wilayahnya.
"Maju tidaknya nagari sangat tergantung dari kepiawaian camat dalam mengorganisir nagari-nagari di wilayah kerjanya," ungkapnya.
Camat Koto XI Tarusan, Deni Anggara menurut Wendi salah satu yang sangat berhasil, disamping yang lain.
"Tahun 2019 dari 23 nagari di Kecamatan Koto XI Tarusan, ada 5 nagari yang tertinggal, tapi Alhamdulillah 2020 semuanya naik kelas, jadi nagari berkembang," katanya.
Artinya, sebut Wendi, arah dan kebijakan terkait nagari sudah tepat sehingga pada tahun 2021 diharapkan seluruh nagari tertinggal naik kelas.
"Harapan kita 2021 semua nagari dengan IDM baik, paling tidak tak ada lagi nagari tertinggal," ujarnya.
Seperti diketahui, setiap tahun perangkat daerah terkait seperti DPMDPPKB, Bapedalitbang dan Pendamping Profesional Desa melakukan pendataan untuk mendapatkan nilai Indek Desa Membangun (IDM).
IDM tersebut akumulasi dari Indek Ketahanan Sosial (IKS), Indek Ketahanan Ekonomi (IKE) dan Indek Ketahanan Lingkungan (IKL).
"IDM ada 5 tingkatan yaitu mandiri, maju, berkembang, tertinggal dan sangat tertinggal. Kita berkomitmen, tahun 2021 mendatang tidak ada lagi nagari tertinggal di Kabupaten Pesisir Selatan," ucapnya. (03)