• info@pesisirselatan.go.id
  • Hours: Mon-Fri: 8am – 4pm
Masuki Bulan Suci Ramadhan Harga Daging Sapi dan Ayam Potong Stabil di Pesisir Selatan

23 April 2020

325 kali dibaca

Masuki Bulan Suci Ramadhan Harga Daging Sapi dan Ayam Potong Stabil di Pesisir Selatan

Pesisir Selatan --- Walau kunjungan pasar tradisional mengalami penurunan drastis akibat diberlakukanya Pembatasan Soslial Berskala Besar (BSBB) guna mengantisipasi penyebaran virus korona (Covid-19), namun harga daging sapi dan ayam potong masih tetap  stabil di Kabupaten Pesisir Selatan.

Hal itu terlihat dari pantauan pesisirselatan.go.id Kamis (23/4) kesejumlah pasar tradisional di daerah itu, dimana kisaran harga daging sapi masih berada pada angka Rp 130 ribu per kilogram. Sedangkan harga daging ayam potong ukuran 1 kilogramnya masih bertahan pula pada kisaran Rp 50 ribu.

Informasi yang diterima dari pedagang daging di Pasar Inpres Painan, harga dua jenis daging itu bertahan sejak satu bulan terakhir, bahkan khusus harga daging sapi, masih sama dengan tahun sebelumnya.

"Bertahanya harga dua jenis daging ini, memang karena cukup tersedianya stok, disamping juga tidak terjadinya aksi borong dari masyarakat," ungkap Jasman 45, salah seorang pedagang daging sapi di Pasar Kambang Kecamatan Lengayang.

Sedangkan Salman 42, pedagang lainya di Pasar Inpres Painan menjelaskan bahwa biasanya dua jenis daging itu akan mengalami kenaikan menjelang memasuki bulan suci ramadhan, apa lagi satu hari menjelang ramadhan.

"Namun saat ini harga dua daging ini masih tetap bertahan. Kondisi ini selaian dipengaruhi oleh stok yang cukup, juga karena rendahnya permintaan konsumen akibat sepinya pengunjung pasar. Kondisi ini sangat kami sadari dari awal, makanya saya hanya memotong sapi hari ini tiga ekor saja, bukan enam hingga tujuh ekor sebagaimana tahun sebelumnya," jelas Salman pula.

Kestabilan harga daging ternyata tidak sama halnya dengan sayuran terutama jenis bawang putih, bawang merah dan cabai.

Yesis 43, salah seorang ibu rumah tangga saat berbelanja di Pasar Inpres Painan mengatakan bahwa kenaikan harga itu terjadi pada jenis bawang putih dan bawang merah. Sedangkan untuk jenis cabai merah, turun dari biasanya.

"Pekan lalu harga 1 kilogram bawang putih masih Rp 33 ribu per kilogram. Sekarang naik menjadi Rp 42 ribu. Sedangkan bawang merah Rp 33 ribu pula, dari Rp 22 ribu per kilogram. Namun harga cabai merah turun dari Rp 43 ribu bulan lalu, menjadi Rp 22 ribu," ungkapnya.  

Diakuinya bahwa perbedaan kenaikan harga beberapa jenis kebutuhan dapur itu, belum memberikan pengaruh dari segi keuangan. Sebab disamping ada yang naik, juga ada yang turun.

"Menurut saya ini bisa dikatakan berimbang, sebab walau terjadi kenaikan harga pada bawang, namun harga cabai turun. Beda dengan tahun lalu, sebab disaat-saat sekarang ini, harga cabai merah sempat melambung hingga mencapai Rp 100 ribu per kilogram," akunya.

Jasnah 52, salah sorang pedagang sayuran di Pasar Inpres Painan kemaren (23/4) bahwa kenaikan harga dua jenis sayuran itu, memang dipengaruhi oleh pasokan yang sedikit tersendat ke Pessel.

"Kondisi ini tentu berdampak pula terhadap kenaikan harganya. Namun masih dalam tahap kewajaran. Sebab khusus jenis bawang ini, masih mengandalkan impor dari luar daerah, terutama sekali jensi bawang putih," jelasnya.

Dia menambahkan bahwa kenaikan harga itu belum berpengaruh terhadap  jual beli di tingkat pedagang pengecer.

"Sebab kenaikan harga ini sudah menjadi hal biasa, terutama sekali ketika  memasuki bulan suci Ramadan,"  timpalnya.