• info@pesisirselatan.go.id
  • Hours: Mon-Fri: 8am – 4pm
Masuki New Normal, Dinas Pertanian Pesisir Selatan Dorong Petani Tingkatkan Produksi Padi

09 Juni 2020

880 kali dibaca

Masuki New Normal, Dinas Pertanian Pesisir Selatan Dorong Petani Tingkatkan Produksi Padi

Pesisir Selatan--Untuk menjamin ketahanan pangan masyarakat, pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Pesisir Selatan, melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (Distanhortbun) setempat terus mendorong masyarakat petani di daerah itu untuk terus meningkatkan produksi padinya.

Hal itu disampaikan Kepala Distanhortbun Pessel, Nuzirwan, Selasa (9/6) kepada pesisirselatan.go.id.

Diungkapkanya walau ditengah pandemi virus Covid-19 yang saat ini sudah memasuki era new normal atau tatanan normal baru, namun produktivitas masyarakat petani tidak pernah kendor di daerah itu.

"Karena tidak pernah kendor, sehingga target produksi padi atau Gabah Kering Panen (GKP) Pesisir Selatan pada tri wulan pertama tahun 2020 telah mencapai 114.892,5 ton, dengan rata-rata produktivitas lahan per hektarenya sebesar 5,05 ton," jelasnya.

Dia menyampaikan bahwa bahwa tahun 2020 ini produksi padi di daerah itu ditargetkan sebesar 402 ribu ton, atau meningkat sebesar 42 ribu ton dari tahun 2019 yang hanya 360 ribu ton.

Diakuinya walau dalam masa pandemi Covid-19, namun sektor pertanian khususnya tanaman padi tetap menjadi perhatian Bupati Hendrajoni dan membuat produktivitas petani menjadi meningkat.

"Itu dilakukan karena padi merupakan kebutuhan pokok yang budidaya dan produksinya harus menjadi komitmen semua stakeholder. Tujuanya hanya satu, bagaimana kebutuhan masyarakat terpenuhi dan benar-benar berdaulat sebagaimana juga ditegaskan Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia (RI) Syahrul Yasin Limpo, terutama dalam menghadapi kondisi pandemi Covid-19 ini," ujarnya.

Diakuinya saat ini aktivitas budidaya tanaman pangan pokok dan hortikultura terlaksana dengan baik di daerah itu. Para petani, kelompok tani dan gabungan kelompok tani, serta Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) bersama Koordinator BPP/BPK telah maksimal memacu kinerja masing-masing.

Dalam menghadapi babak baru new normal, dia juga mengajak masyarakat petani, kelompok tani (keltan) dan gabungan kelompok tani (Gapoktan) agar tetap mentaati ketentuan yang berlaku.

"Jaga jarak (physical distancing), gunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, cuci tangan, serta jaga kebersihan diri dan lingkungan harus diterapkan," tutupnya mengingatkan. (05)