Pesisir Selatan--Pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Pesisir Selatan, menjadikan tujuh isu strategis pembangunan di tahun 2021. Hal itu terungkap saat digelarnya Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) tingkat kabupaten yang diselenggarakan secara online melalui video conference oleh Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, Senin (30/3) di Gedung Painan Convention Center (PCC).
Tujuh isu strategis pembangunan di tahun 2021 itu diantaranya, pemulihan ekonomi pasca wabah covid-19, bertahan dalam tekanan ekonomi global, penyiapan SDM unggul menyambut globalisasi dan bonus demografi, masih sulitnya melakukan transformasi ekonomi, masih tingginya penyakit masyarakat, kenakalan remaja, KDRT, dan penyalahan narkoba, ancaman bencana alam setiap waktu, serta pelayanan publik yang masih butuh penyempurnaan.
Melalui kegiatan yang diikuti oleh kepala perangkat daerah (PD), camat dan wali nagari secara online pada masing-masing kantor itu, bupati menyampaikan bahwa keberhasilan perencanaan pembangunan di daerah, juga dapat dilihat dari seberapa banyak usulan yang dirumuskan ke dalam Musrenbang bisa terakomodir oleh APBD.
Dari itu dia berharap agar kegiatan yang dilakukan melalui video converence itu, dalat diikuti dengan serius dan penuh dengan tanggung jawab.
"Sebab melalui Musrembang ini, peserta yang ikut dapat menyampaikan berbagai usulan prioritas untuk dimasukan pada penganggaran tahun 2021," ungkap Bupati.
Dijelaskan lagi bahwa Musrenbang sebagai mana diamanatkan Undang-Undang Nomor 25 tahun 2014 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, merupakan arena formal bagi pemangku kebijakan dalam membahas prioritas pembangunan.
"Dari itu sekali lagi saya tegaskan agar para peserta dapat menyampaikan ide dan gagasannya, sesuai dengan usulan prioritas yang sudah disepakati dari bawah," jelasnya.
Disebutkannya bahwa tema Rencana Kerja Pembangunan (RKP) Tahun 2021 adalah meningkatkan industri pariwisata dan investasi di berbagai wilayah didukung oleh sumber daya manusia, dan infrastruktur untuk pembangunan berkualitas.
"Tema ini adalah tindak lanjut dari pelaksanaan tahun ke lima Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pesisir Selatan. Namun perlu saya jelaskan, selama empat tahun berjalan periode pemerintahan saya, telah banyak kemajuan yang dirasakan oleh masyarakat," ungkapnya.
Ditambahkan lagi bahwa ada lima prioritas pembanguna yang ingin dicapai pada tahun 2021 nanti.
Lima prioritas itu diantaranya, penguatan reformasi birokrasi dalam upaya peningkatan pelayanan publik, penumbuhan sumber daya manusia unggul, pengurangan kemiskinan dan pemerataan kesejahteraan, penyediaan infrastruktur mendukung perekonomian, pariwisata dan peningkatan DSM, serta peningkatan nilai tambah dan daya saing sektor unggulan.
"Sedangkan strategi pembangunan tahun 2021 adalah meningkatkan IPM menjadi 71,83, UHH menjadi 70,60 tahun, rata-rata lama sekolah menjadi 8,52 tahun, dan harapan lama sekolah menjadi 13,64 tahun, dan peringkat UN SD menjadi 3 besar Sumbar," ungkapnya.
Ditambahkan lagi bahwa dibidang penyelenggaraan pemerintahan, daerah itu juga telah berhasil meraih Akuntabilitas Instansi Pemerintahan (AKIP) dengan predikat B dua tahun berturut-turut, yakni tahun 2018 dan tahun 2019.
"Dibidang kesehatan, angka harapan hidup penduduk Pessel dari 69,96 tahun pada 2015 meningkat menjadi 70,00 tahun pada 2020," jelasnya.
Terkait upaya daerah dalam meningkatkan pendapatan dan ekonomi masyarakat, berbagai infrastruktur juga terus dikembangkan dan ditingkatkan. Demikian pula infrastruktur pada kawasan-kawasan wisata unggulan, agar kunjungan semakin meningkat.
Dijelaskan lagi bahwa dibidang komunikasi dan informatika, daerah itu juga telah meluncurkan program e-gov. Upaya itu bertujuan untuk mendorong sistem pelayanan pemerintahan, agar lebih optimal lagi, tentunya melalui beberapa aplikasi yang sudah diluncurkan.
"Dibidang perdagangan, hingga tahun 2020 ini Pesisir Selatan juga telah membangun 33 unit pasar. Pembangunan pasar merupakan skala prioritas dalam meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat," ungkapnya.
"Memasuki tahun 2021 nanti, saya ingin angka-angka pembangunan makro ini terus meningkat. IPM kita targetkan bisa mencapai 71,10 persen, petumbuhan ekonomi (PE) menjadi 5,59 persen, tingkat pengangguran juga menurun menjadi 5,5 persen, dan angka kemiskinan menjadi 6,19 persen, gini rasio 0,25 persen, sanitasi layak 75,29 persen, penduduk berakses air bersih 97,71 persen, rasio rumah layak huni 0,2255, dan jumlah dasa wisma maju menjadi 870 unit" harapnya.
Dikatakan lagi bahwa perencanaan yang disusun itu adalah perencanaan dengan target nilai SAKIP A.
"Artinya program kegiatan yang dilaksanakan oleh seluruh perangkat daerah merupakan kegiatan yang sudah memiliki outcome yang berkonstribusi terhadap pencapaian visi daerah. Dari itu dibutuhkan keseriusan dari semua," ingatnya. (05)