Pesisir Selatan--Kehadiran program Kampung Keluarga Berencana (KB) dinilai mampu berkonstribusi bagi daerah dalam membatasi ledakan dan pertumbuhan penduduk.
Karena konstribusi yang cukup besar itu, sehingga Kabupaten Pesisir Selatan tetap menjadikan program Kampung KB sebagai prioritas di masa datang, bahkan akan lebih dioptimalisasi lagi.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMDP2KB) Pesisir Selatan, Wendi, mengatakan Selasa (25/8) bahwa upaya itu tidak saja untuk membatasi ledakan atau pertumbuhan penduduk, tapi juga bertujuan untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahtarean masyarakat miskin melalui kegiatan-kegiatan pemberdayaan.
"Program pembangunan bidang kependudukan dan KB, tetap menjadi salah satu program prioritas tahun 2020 ini di Pesisir Selatan. Itu dilakukan mengingat kependudukan adalah modal dasar dan faktor dominan dalam pembangunan yang berkelanjutan," katanya.
Dijelaskanya bahwa program Kampung KB yang dilaksanakan sejak tahun 2016 di daerah itu selalu terus menunjukan berkembang dari tahun ke tahun.
"Saya katakan demikian, sebab tahun 2016 di daerah ini hanya memiliki 1 Kampung KB, tahun 2017 bertambah sebanyak 15 Kampung KB, dan tahun 2018 hingga 2019 bertambah lagi sebanyak 35 Kampung KB pula. Karena terus berkembang, sehingga di tahun 2020 ini jumlah kampung KB di Pessel telah terbentuk sebanyak 51 kampung. Ini terebar di 15 kecamatan yang ada," ungkapnya.
Diakuinya bahwa pandemi Covid-19 yang terjadi sejak awal tahun 2020, menjadi salah satu penyeban pembinaan dan sosialisasi kepada masyarakat terkait program kampung KB tidak terlaksana secara maksimal sebagaimana diharapkan.
"Walau demikian kita masih tetap melakukan sosialisasinya agar progam kampung KB itu tetap terus berkembang pada 15 kecamatan yang ada di Pessel pada masa datang, terutama sekali di wilayah padat penduduk, wilayah miskin, tertingal dan terpencil," ujarnya.
Dia menambahkan bahwa Kampung KB tidak hanya difokuskan untuk mengatasi persoalan ledakan penduduk, tapi juga memberdayakan potensi masyarakat agar berperan nyata dalam pembangunan.
"Dari itu peran, partisipasi, dan kerjasama seluruh stakeholder sangat diharapkan dalam mensukseskan program Kampung KB, termasuk juga partisipasi penduduk pendatang," harapnya.
Dikatakan lagi bahwa berbagai upaya telah dilakukan pihaknya dalam pengendalian angka kelahiran melalui program KB. Baik melalui peran serta masyarakat melalui pendewasaan usia perkawinan, maupun pengaturan kelahiran.
"Hal itu juga kita disejalankan dengan pembinaan ketahanan pangan keluarga, serta juga peningkatan kesejahteraan demi tercapainya keluarga yang berkualitas," tutupnya. (05)