• info@pesisirselatan.go.id
  • Hours: Mon-Fri: 8am – 4pm
Pra Musrenbang Nagari Harus Mampu Petakan Potensi

04 Desember 2020

317 kali dibaca

Pra Musrenbang Nagari Harus Mampu Petakan Potensi

Pesisir Selatan--Agar program pembangunan yang akan dilaksanakan tahun berikutnya (2021 red) di tingkat nagari benar-benar tepat sasaran dan juga sesuai dengan potensi yang dimiliki, maka kepada pemangku kepentingan di tingkat nagari diminta betul-betul berpedoman dan menggali potensi yang ada.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMDP2KB), Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Wendi, kepada pesisirselatan.go.id Jumat (4/12), terkait dengan tengah berlangsungnya pra musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) pada semua nagari di daerah itu.

Disampaikannya bahwa Pra Musrenbang nagari bertujuan untuk menentukan arah pembangunan nagari pada periode selanjutnya atau pada tahun 2021 mendatang.

"Karena Pra Musrenbang nagari merupakan kerangka atau pedoman arah pembangunan yang akan dilaksanakan, sehingga pada pelaksanaanya harus berpedoman kepada potensi yang dimiliki," katanya.
 
Hal itu ditegaskannya karena pada Pra Musrenbang itu, pemangku kepentingan di nagari, mulai dari Badan Musyawarah (Banmus) Nagari, wali nagari, kaur nagari, hingga masyarakat dan tokoh masyarakat, akan membahas Rencana Kerja Pembangunan (RKP) tahun 2021, dan menyusun daftar usulan RKP tahun 2022.

Dia juga mengingatkan kepada Bamus dan wali nagari, bila ada usulan kegiatan yang tidak masuk dalam Rencana Kerja Jangka Penengah (RPJM) kabupateh, agar dimasukkan ke dalam pembahasan RKP.

"Melalui usulan itu, sehingga kita bisa tahu apa yang sudah dibangun dan apa yang belum dibangun pada tahun 2021 nanti. Semua program juga dipetakan supaya terinventarisir," ujarnya.

Seperti di Kecamatan Koto XI Tarusan yang menjadikan Kawasan Wisata Mandeh sebagai prioritas pembangunan. Jadi harus adanya program pembangunan yang mengarah ke kawasan itu.

Selanjutnya di Kecamatan Bayang juga memiliki beberapa lokasi wisata yang bisa di kembangkan. Begitu juga di bagian selatan Pessel yang memiliki potensi perkebunan.

Menambahkan  memetakan pembahasan  yang dimaksud di sini adalah mencatat program yang sudah tercapai. Selain itu, harus segera menargetkan daerah atau wilayah mana yang belum tersentuh.

"Berdasarkan hal itu, maka semua pihak harus terlibat langsung supaya program yang direncanakan jelas dan terarah," ujarnya.

Kedepan dia berharap agar seluruh usulan dan kegiatan nagari harus singkron dengan kegiatan pemerintah daerah. (05)