• info@pesisirselatan.go.id
  • Hours: Mon-Fri: 8am – 4pm
Rumah Hancur Akibat Bencana Banjir Segera Dibangun Melalui Program Bedah Rumah

24 September 2020

584 kali dibaca

Rumah Hancur Akibat Bencana Banjir Segera Dibangun Melalui Program Bedah Rumah

Pesisir Selatan--Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni menegaskan akan segera membangun sumua rumah warga yang hancur akibat bencana banjir yang terjadi Rabu (23/9) di daerah itu.

Untuk mendapatkan data yang akurat, pihaknya melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama pihak kecamatan dan pemerintahan nagari, masih terus melakukan pendataan.

"Untuk meringankan beban masyarakat yang menjadi korban akibat banjir, terutama bagi rumahnya yang hancur akan segera kita lakukan perbaikan melalui bantuan bedah rumah," katanya kepada wartawan saat mengunjugi rumah Nurhayati 39, di Kampung Sungai Nipah Nagari Painan Selatan yang hancur akibat banjir Kamis (24/9).

Dia berharap kepada masyarakat yang menjadi korban banjir di beberapa kecamatan dan nagari di daerah itu agar tetap bersabar, termasuk terhadap Nurhayati sendiri bersama keluarga.  

"Saya minta kepada masyarakat agar tetap sabar dalam menerima cobaan ini. Sebab pemerintah akan terus berupaya untuk membantu masyarakat, baik untuk kebutuhan makanan, maupun terhadap rumahnya yang hancur. Harapan ini juga saya sampaikan kepada Nurhayati yang rumahnya hancur akibat banjir ini," ungkapnya.

Dijelaskanya bahwa bantuan bedah rumah terhadap warga yang rumahnya hancur akibat banjir ini, akan dilakukan dengan segera melalui bantuan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) kabupaten.

"Sedangkan untuk kebutuhan makan, tahap awal ini akan kita kirimkan nasi bungkus sesuai kebutuhan, disamping juga bantuan beras sebanyak 10 kilogram terhadap semua kepala keluarga (KK) yang terkena banjir," ujarnya.

Ditambahkannya bahwa untuk kebutuhan beras bagi masyarakat yang menjadi korban bencana, daerah itu masih memiliki cadangan beras di gudang bulog sebanyak ratusan ton.

"Karena cukup, sehingga masyarakat tidak perlu cemas dan segera melapor kepada wali nagari bila menjadi korban bencana agar bantuan bisa segera disalurkan. Sebab saya tidak menginginkan ada masyarakat saya yang lapar karena tidak mendapat makanan akibat bencana ini," tegasnya.

Ditambahkan lagi bahwa pihaknya bersama BPBD, dan Dinas Pangan telah turun langsung ke beberapa nagari untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat yang menjadi korban bencana banjir.

"Kunjungan langsung ini juga sudah saya lakukan di Kampung Palobanda, Anduriang, dan Jalamu di Nagari IV Koto Hilie Kecamatan Batang Kapas. Dari kunjungan itu sehingga saya tahu kalau masyarakat saya yang menjadi korban banjir butuh makan. Makanya selain mengirim nasi bungkus, saya juga memerintahkan kepada Dinas Sosial agar mendirikan dapur umum," jelasnya.

Kepala BPBD Pessel, Herman Budiarto, melalui Kasi Kedaruratan, Hasnul Karim, ketika ditanya menjelaskan bahwa secara umum berapa besar kerugian yang dialami oleh masyarakat dan daerah akibat banjir tersebut belum bisa dijelaskan.

"Hingga saat ini kita belum bisa menjelaskan berapa besar kerugian yang dialami oleh bencana banjir ini. Namun khusus di Nagari IV Koto Hilie Kecamatan Batang Kapas, ada sebanyak 180 unit rumah yang terendam. Saat ini warga yang rumahnya terendam itu masih melakukan pembersihan genangan lumpur. Selain itu juga ada tiga ekor sapi milik warga yang hilang, serta 1 unit jembatan gantung sepanjang 45 meter yang putus," ungkapnya.

Disampaikannya bahwa jembatan gantung yang putus sepanjang 45 meter akibat banjir itu adalah sarana penghubung Dusun Salak dengan Kampung Jalamu.

"Karena di seberang sungai itu ada 15 kepala keluarga (KK) yang tinggal, sehingga perbaikan jembatan gantung itu akan segera diupayakan melalui tanggap darurat. Hal itu sudah disampaikan oleh Bapak Bupati Hendrajoni ketika berkunjung," ujrnya. (05)