esisir Selatan--Rombongan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT), disambut tari gelombang.
Penyambutan dengan tari gelombang itu dilakukan teras rumah dinas Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, oleh Sanggar SMP N 1 Painan, Sabtu (25/7).
Menteri Desa PDTT RI, Abdul Halim Iskandar, bersama istri Ny Lilik Umi Nasriah, dijadwalkan pada hari kedua selama berada di Pesisir Selatan, berkunjung ke Kecamatan Silaut, Nagari Silaut, tepatnya di Kota Terpadu Mandiri guna melihat perkembangan dan kemajuan masyarakat transmigrasi di kecamatan itu.
Selain itu juga melakukan kunjungan ke Badan Usaha Milik Nagari (Bumnag), dan pertemuan dengan NU di Kecamatan Lunang. Sebelum berangkat ke Silaut, rombongan menteri juga akan berkunjung ke Nagari Bungo Pasang Kecamatan IV Jurai, serta beberapa agenda lainya
Sanggar SMP Negeri 1 Painan pimpinan Roni Zukri, merupakan salah satu sanggar yang memiliki banyak prestasi, serta juga pernah diundang hingga ke mancanegara untuk mempertunjukkan kebolehan di atas panggung melalui berbagai tari kreasi yang dimiliki.
"Kesempatan yang diberikan oleh pemerintah daerah untuk menyambut rombongan menteri di rumah dinas bupati saat berkunjung, merupakan sebuah penghargaan bagi kami dari Sanggar SMP Negeri 1 Painan," ungkap Osrizal Yaman, pembina sanggar, kepada pesisirselatan.go.id, Sabtu (25/7).
Dia mengatakan bahwa kedatangan rombongan menteri saat itu disambut dengan tari gelombang, dengan juga disuguhi siriah di dalam carano.
"Suguhan itu pertama kali diberikan kepada Bapak Menteri Desa PDTT RI, Abdul Halim Iskandar, dan dilanjutkan kepada istri beliau, Ny Lilik Umi Nasriah, dan pada rombongan lainya. Itu merupakan sebuah penghormatan kepada tamu sebagaimana adat dan budaya yang dimiliki oleh masyarakat di daerah ini, umumnya di Alam Minangkabau," jelasnya.
Ditambahkan lagi bahwa ada dua bentuk penyambutan tamu yang biasa dilakukan oleh Sanggar SMP Negeri 1 Painan.
"Selain melalui tari gelombang, penyambutan tamu juga ada dilakukan melalui tari pasambahan. Tari pasambahan ini dilakukan setelah tamu yang datang telah duduk di kursi kehormatan yang disediakan. Oleh penari, tamu yang duduk itu juga disuguhkan sirih yang ada di dalam carano. Jadi bedanya kalau tari gelombang dilakukan di saat tamu masih berdiri, dan tari pasambahan di saat tamu telah duduk," tutupnya. (05)