Pesisir Selatan--Untuk mengantisipasi dampak besar yang ditimbulkan oleh bencana baik banjir, tanah longsor dan abrasi pantai, Satuan Tugas (Satgas) Search And Rescue (SAR) Tim Reaksi Cepat (TRC) Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan, lakukan koordinasi tentang kebencanaan.
Melalui koordinasi itu, sehingga Satgas SAT TRC Lengayang bisa mendapatkan data-data yang akurat terhadap potensi bencana, serta dampak yang bisa ditimbulkan berdasarkan potensi bencana yang akan terjadi.
Hal itu dikatakan Camat Lengayang, Zoni Eldo, kepada pesisirselatan.go.id Selasa (28/7), terkait upaya maksimal yang dilakukan tim tersebut di wilayah kerjanya.
"Koordinasi tentang kebencanaan dan pendataan dampak bencana sebagaimana dilakukan pada Jumat (24/7) lalu itu, Tim Satgas SAR TRC Lengayang menjadikan Kampung Baru di Nagari Kambang Utara sebagai sasaran pendataan. Melalui pendataan itu sehingga diketahui dampak yang akan ditimbulkan, serta langkah maksimal yang harus dilakukan bila terjadi bencana," katanya.
Dia menjelaskan bahwa di kecamatan itu, Kampung Baru di Nagari Kambang Utara tergolong memiliki potensi bencana banjir dan longsor yang cukup tinggi.
"Saya katakan demikian, sebab bila intensitas hujan cukup tinggi terjadi saja selama 3 jam, ketinggian air bisa mencapai 90 centi meter hingga 150 centi meter di pemukiman warga," ungkapnya.
Karena hal itu tidak saja bisa menimbulkan korban jiwa, tapi juga bisa menimbulkan persoalan sosial dan ekonomi, maka perlu dilakukan pemetaan wilayah di kawasan itu.
"Melalui pemetaan itu, maka tim yang terjun ke lapangan akan bisa bergerak cepat. Terutama sekali dalam melakukan penyelamatan jiwa bagi warga yang berkebutuhan khusus (disabilitas) lanjut usia (Lansia), anak-anak dan balita. Namun yang lebih penting lagi bagaimana persoalan sosial dan ekonomi bisa terkendali dalam waktu singkat," ujarnya.
Berdasarkan hal itu, sehingga dia mengharapkan kerjasama yang baik dari semua pihak, terutama bagi masyarakat lokal itu sendiri bila ancaman bencana sebagaimana potensi yang dimiliki memang betul-betul terjadi. (05)