• info@pesisirselatan.go.id
  • Hours: Mon-Fri: 8am – 4pm
Siswa TK/SD dan MI Kembali Belajar Sistem Daring

14 Juli 2020

653 kali dibaca

Siswa TK/SD dan MI Kembali Belajar Sistem Daring

Pesisir Selatan--Setelah sempat menerapkan belajar tatap muka dengan  pola pembangian ship bagi siswa Sekolah Dasar (SD) pada Senin (13/7) yang juga bertepatan dengan tahun ajaran baru 2020/2021, Pemerintah daerah Kabupaten Pesisir Selatan, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat kembali berlakukan belajar sistem daring atau luring.

Kebijakan belajar sistem daring bagi anak TK/MK, SD/MI itu, berdasarkan Surat Edaran Nomor: 420/1739/Disdikbud 2020, tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran TK/RA dan SD/MI pada tahun pelajaran 2020/2021, di masa new normal.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pesisir Selatan, Suhendri, mengatakan kepada pesisirselatan.go.id, Selasa (14/7) bahwa tahun pelajaran 2020/2021 tetap dimulai tanggal 13 Juli 2020.

"Namun mulai besok atau tanggal 15 Juli 2020, siswa TK/RA dan SD/MI kembali belajar dengan sistem daring/luring. Sedangkan siswa SMP/MTsN, dan SMA/SMK/MA tetap belajar dengan sistem tatap muka dengan mempedomani edaran Bupati Nomor 420/1908/Disdikbud/2020," katanya.

Sedangkan kepala sekolah, dan guru serta pegawai tetap masuk untuk melaksanakan pembelajaran dengan sistem daring/luring tersebut.

"Prinsip pembelajaran yang digunakan adalah pencapaian kurikulum dan mengintegrasikan dengan pengetahuan Covid-1, memberikan pengalaman belajar yang bermakna, fokus pada pendidikan kecakapan hidup, serta pembelajaran bersifat inklusif dan kontekstual," jelsnya.

Selain itu para guru dalam memberikan penugasan kepada peserta didik  sesuai dengan minat dan kondisi setempat. Pendidikan juga lebih memberikan umpan balik yang bersifat kualitatif. Mengedepankan pola interaksi dan komunikasi yang positif antara guru dengan orang tua.

"Guru tetap datang ke sekolah, sebab pengambilan absen guru tetap dilakukan setiap hari. Dari itu kepada pengawas satuan pendidikan diminta untuk selalu melakukan monitoring," ingatnya. (05)