Pesisir Selatan - Upaya pencegahan paparan virus corona atau Covid-19 melalui penyemprotan disinfektan terus dilakukan sejumlah nagari di Kabupaten Pesisir Selatan. Hal itu menindaklanjuti Surat Edaran Bupati Pesisir Selatan beberapa waktu lalu.
Wali Nagari Ampiang Parak, Kecamatan Sutera, Yusmardi mengatakan, pihaknya sudah membentuk 6 kelompok masyarakat sebagai upaya menangkal penyebaran wabah virus corona di nagari setempat.
"Ada 5 unit alat semprot disinfektan yang berjalan setiap harinya. Mereka masing-masingnya berjumlah 8 orang. Kelompok ini tersebar di Kampung Alai, Pasar Ampiang Parak, Padang Tae, Ujung Air, Padang Laweh, dan Koto Tarok," ucapnya pada wartawan, Senin (6/4).
Ia menyebutkan, kelompok masyarakat tersebut sesuai dengan surat keputusan (SK) walinagari yang bakal difokuskan pada bidang pengurangan resiko bencana, sehingga masing-masing kelompok memiliki pengurus dan koordinator.
"Bahkan kelompok yang kami bentuk ini juga memiliki masing-masing bidang, yakni bidang informasi dan komunikasi, pendataan cepat, dapur umum, pencarian dan penyelamatan gawat darurat (PPGD)," ujarnya lagi.
Tak hanya itu, Nagari Ampiang Parak, kata dia, juga sudah mengalokasikan anggaran dana desa sebesar Rp15 juta untuk pengurangan resiko bencana daerah dan Rp40 juta untuk pemberdayaan masyarakat.
"Anggaran ini kami belanjakan untuk keperluan alat pelindung (APD), pendirian posko, alat semprot disinfektan, masker, termasuk makan dan minum kelompok," tuturnya.
Menurutnya, kelompok siaga bencana di Nagari Ampiang Parak, sebelumnya sudah difasilitasi dalam kegiatan bimbingan teknis bersama kementerian dalam negeri dan luar negeri.
"Bahkan, sekitar 3 tahun yang lalu, kelompok ini bersama Arbeiter Samariter Bund (ASB) Indonesia-Filipina pernah menjadi penyelenggara kegiatan pengurangan resiko bencana," ucapnya.
Hal senada dikatakan Sekretaris Nagari Ampiang Parak, Yendri, dengan adanya gerakan penyemprotan disinfektan bersama kelompok masyarakat tersebut, diharapkan mampu mengantisipasi penyebaran virus corona atau Covid-19 disejumlah sarana pelayanan masyarakat, fasilitas umum, dan lingkungan kantor wali nagari setempat.
"Kami juga sudah memberikan imbauan kepada masyarakat agar menindak lanjuti himbauan bupati tersebut, seperti menghindar keramaian, melakukan pendataan terhadap orang yang baru datang dari luar daerah. Hingga kini pihak kami terus berkoordinasi dengan Forkopimca sekaitan dengan pencegahan penyebaran virus corona," ujarnya. (15)