Pesisir Selatan--Sebagai salah satu sekolah pendidikan agama Islam swasta yang tergolong tua di Kabupaten Pesisir Selatan, Madrasah Aliyah Muhammadiyah (MAM) Lakitan di Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), memiliki kiat tersendiri dalam menarik minat siswanya agar giat belajar.
Pola yang diterapkan itu adalah belajar hafalan Quran secara outbound atau di alam terbuka. Melalui pola itu, sehingga diantara siswa yang bergabung pada pemodokan Pesantren Hairatul Hasanah milik sekolah itu, ada yang berhasil menjadi hafidz quran hingga mencapai 30 juz, disamping juga 20, 15, 10, dan 5 juz.
Hal itu diungkapkan kepala Sekolah MAM Lakitan, Dony Gusrizal, S.Si kepada pesisirselatan.go.id Rabu (1/4).
Sekolah yang saat ini memiliki siswa sebanyak 156 itu, merupakan pilihan satu-satunya masyarakat Kecamatan Lengayang jika ingin melanjutkan sekolah agama di Pessel.
"Agar sekolah yang berdiri sejak tahun 1974 ini tetap menjadi pilihan oleh masyarakat untuk melanjutkan sekolah anaknya, sehingga sebagai guru dan pengelolah pendidikan di MAM Lakitan ini, kami terus berupaya meningkatkan kualitas agar sekolah ini tetap diminati oleh masyarakat," ungkap Dony Gusrizal.
Disampaikanya bahwa sekolah yang bernaung di bawah Yayasan Muhamadiyah Cabang Lakitan itu, memiliki pondok pesantren yang bertujuan menampung minat siswa yang ingin mendalami ilmu agama dan belajar Alquran secara mendalam.
"Kehadiran pondok Pesantren Hairatul Hasanah yang dimiliki oleh sekolah ini, ternyata memberikan dampak yang sangat positif dalam menampung minat siswa untuk mendalami ilmu agama dan belajar Alquran secara mendalam. Saya katakan demikian, sebab diantara siswa yang memondok itu ada yang hafidz Quran hingga 30 juz, disamping juga 20,15,10, dan 5 juz," ungkapnya.
Ditambahkanya bahwa untuk menghilangan kejenuhan siswa yang memondok agar tetap semangat melakukan hafalan Quran, guru pembimbing tidak hanya monoton melakukan pendidikan di dalam ruang kelas atau di masjid, tapi juga di alam terbuka seperti pinggir pantai, dan lainya.
"Ternyata melalui penerapan pola belajar di alam terbuka atau Outbound ini, mampu meningkatkan semangat para siswa yang memondok untuk lebih giat lagi belajar. Makanya pola ini kami jadikan sebagai model pembelajaran secara terjadwal bagi mereka," ungkap Dony lagi.
Dijelaskan lagi bahwa untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap ilmu agama yang memondok di pesantren milik MAM Lakitan itu, pihaknya juga melakukan kerjasama dengan kelompok hafidz Quran dari Tangerang, yakni Wadil Quran.
"Kelompok hafidz Wadil Quran dari Tangerang ini, rutin melakukan kunjungan ke sekolah ini setiap 6 bulan. Tujuanya selain memberikan pendalamanan dan motivasi, juga untuk melihat sejauh mana perkembangan dan kemajuan siswa dalam meningkatkan kemampuan bacaan Alquran mereka," ujarnya.
Wakil kepala sekolah Bidang Kurikulum, Yalma, S,Ag, juga menambahkan bahwa berkat upaya dalam meningkatkan kualitas siswa tersebut, sehingga setiap tahun para tamatan sekolah itu sudah mencapai 50 persen melanjutkan pendidikan hingga keperguruan tinggi, baik negeri maupun swasta.
"Para siswa di sekolah ini miliki tiga jurusan. Tiga jurusan itu diantaranya, IPA, IPS, dan Agama. Karena memiliki tiga jurusan itu, sehingga para tamatan sekolah ini sekarang telah tersebar di berbagai perguruan tinggi. Bahkan saat ini telah mencapai 50 persen melanjutkan ke bangku perkuliahan, baik negeri maupun swasta," ungkapnya.
Ditambahkan lagi bahwa sekolah yang memiliki siswa sebanyak 156 orang yang terdiri dari 50 orang siswa kelas 1, 50 siswa kelas 2, dan 56 siswa kelas 3 itu, sekarang telah menerapkan sistem belajar 1 ship.
"Walau demikian, kekurangan sarana dan prasarana masih dirasakan, terutama ruang labor, bahasa, komputer, dan ruang majelis guru.
"Karena masih kekurangan ruangan, ruang kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan 38 staf pengajar lainya, termasuk bagian tata usaha, terpaksa berbagi dalam satu ruangan. Namun kondisi itu tidak menurunkan semangat dan motivasi kami untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran siswa," jelasnya.
Dijelaskan Yalma bahwa salah seorang siswa yang telah hafidz Quran 30 juz itu adalah bernama, Hazi Malaksar, siswa kelas 3, jurusan Agama Islam.
"Kemampuanya melakukan hafalan Quran memang sangat bagus dibanding rekanya yang lain. Bahkan dia juga mampu memberikan semangat dan motivasi bagi yang lain. Sehingga diantara temanya juga ada yang sudah hafizd, seperti Jumaidul 20 juz, Heja Febra 17 juz, dan Suci Mutia sebanyak 10 juz pula," terangnya.
Hal itu diakui Hazi Malaksar, ketika ditanya pesisirselatan.go.id dan berharap sekolah itu bisa dijadikan pilihan bagi para tamatan sekolah menengah pertama untuk melanjutkan ke tingkat atas.
"Penerapan pola belajar di alam terbuka atau Oudbound, ternyata memberikan nilai tambah dalam menghilangkan kejenuhan karena rutinitas belajar setiap hari," katanya.
Dijelaskannya bahwa bergabung sebagai santri pada Pesantren Hairatul Hasanah yang dimiliki oleh sekolah itu, membuat dia bersama teman lainya tidak memiliki waktu bermain yang banyak.
"Makanya kami sangat berterimakasih pola Oudbound atau belajar di alam terbuka ini diterapkan di sini. Sebab melalui pola ini, kami tidak lagi merasa bosan belajar. Sekarang saya bersama taman lainya tetap melakukan pengulangan hafalan," timpalnya.
Camat Lengayang, Zoni Eldo ketika dihubung pesisirselatan.go.id Kamis Rabu (1/4) menjelaskan bahwa pihaknya memang terus memberikan dorongan kepada pelaku pendidikan di wilayahnya agar menjadikan pendidikan kegamaan sebagai pondasi yang kuat di tengah masyarakat.
"Upaya itu musti dilakukan secara dini, agar karakter generasi penerus di kecamatan in benar-benar memiliki keimanan yang kuat, serta tidak mudah terpengaruh oleh budaya luar dan perubahan zaman yang tidak sesuai dengan ajaran agama Islam, serta adat istiadat yang berlaku di masyarakat," katanya.
Dia juga berharap pola yang pengajaran yang diterapkan oleh MAM Lakitan itu, bisa semakin ditingkatkan lagi berbagai ide-ide yang cemerlang agar keberayaan sekolah itu tetap dijadikan sebagai pilihan oleh masyarakat.
"Sebagai camat, saya memberikan apresiasi kepada tenaga pendidik yang sudah mendedikasikan dirinya di MAM Lakitan itu, sebab berkat pola pengajaran yang diterapkanya, siswa yang menggabung pada pesantren yang dimiliki oleh sekolah itu, mampu membimbing santrinya hingga memiliki hafalan mencapai 30 juz. Saya harap ini bisa menjadi motivasi bagi sekolah-sekolah lainya di Pesisir Selatan, khususnya di Kecamatan Lengayang ini, secara tidak langsung ini mendukung visi Kabupaten Pesisir Selatan," timpalnya. (05)