Pesisir Selatan
Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Pesisir Selatan Doni Gusrizal mengimbau warga tidak mendirikan bangunan di sepanjang bantaran sungai, agar ancaman banjir yang selalu mengintai tidak mengancam keselamatan jiwa. Selasa (21/7)
"Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) memiliki banyak sungai dengan kemiringan yang sangat tinggi, sehingga alirannya menjadi tajam dan rawan terjadi banjir bandang," kata Doni Gusrizal.
Dia menjelaskan, di daerah ini rata-rata aliran sungainya cukup tajam. Selain itu berbelok, juga sering terjadi pendangkalan akibat tumpukan sendimen di beberapa titik.
"Kondisi itu berpotensi besar memicu banjir. Agar ancaman bencana yang bisa terjadi itu tidak menimbulkan korban jiwa, maupun benda, maka kepada masyarakat ditegaskan untuk tidak lagi mendirikan bangunan di sepanjang bantaran sungai," ujarnya.
Dia menyampaikan, untuk penanganan aliran sungai yang kritis di daerah itu, setidaknya dibutuhkan biaya sekitar Rp200 miliar. Sebab aliran sungai yang kritis itu tersebar di 19 aliran batang sungai pada 15 kecamatan yang ada.
"Karena besarnya anggaran yang dibutuhkan, daerah ini membutuhkan perhatian pusat maupun provinsi dalam melakukan penanganan," ungkapnya.
Menyangkut kondisi cuaca tidak menentu seperti saat ini, dia berpesan agar masyarakat siaga.
"Pihak PSDA juga terus melakukan pemantauan di lapangan bersama petugas BPBD. Sebab ada kekhawatiran terjadi bencana yang ditimbulkan oleh kondisi sungai yang rata-rata kritis itu," tutupnya.(01)