• info@pesisirselatan.go.id
  • Hours: Mon-Fri: 8am – 4pm
Warga Dihimbau Jangan Dirikan Bangunan Liar di Kawasan Wisata

19 Juni 2020

443 kali dibaca

Warga Dihimbau Jangan Dirikan Bangunan Liar di Kawasan Wisata

Pesisir Selatan--Untuk mengindari konflik dan kesalahpahaman antara masyarakat dengan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) dalam melaksanakan tugasnya, maka kepada masyarakat dihimbau untuk tidak mendirikan bangunan liar di kawasan-kawasan wisata.

Ketegasan itu disampaikan, sebab pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Pesisir Selatan, melalui petugas Satpol PP akan melakukan penertiban terhadap semua bangunan liar yang berdiri disetiap kawasan wisata di daerah itu.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar), Kabupaten Pesisir Selatan, Dalipal, Jumat (19/6) di Painan.

Disampaikanya bahwa pembongkaran dan penertiban terhadap bangunan liar itu dilakukan karena sangat merusak terhadap keindahan kawasan wisata.

Beberapa lokasi yang dijadikan sasaran penertiban itu tidak saja di kawasan wisata pantai Carocok Painan, dan Kawasan Wisata Mandeh di Kecamatan Koto XI Tarusan, tapi juga disepanjang bibir pantai mulai dari Kota Painan hingga pantai Sungai Nipah Painan Selatan.

"Upaya itu dilakukan agar bangunan liar tanpa izin itu, tidak merusak keindahan dan keasrian kawasan wisata. Sebab sebagai daerah yang sudah dijadikan sebagai kunjungan utama di Sumbar, keindahan dan kenyamanan perlu mendapat perhatian. Tentunya agar kunjungan semakin meningkat dari tahun ke tahun, apa lagi sekarang kita sudah memasuki tahaman new normal pandemi Covid-19," ungkapnya.

Berdasarkan hal itu, maka semua kawasan wiata harus steril dari kesemrautan serta dari bangunan liar yang dapat mengganggu keindahan, kenyamanan dan kelancaran arus lalulintas.

"Diakui sebelum pandemi Covid-19, atau pada lebaran tahun 2018 dan 2019, semua kawasan wisata di daerah ini padat dikunjungi oleh masyarakat. Hal itu memberikan dampak besar terhadap pemasukan daerah dalam bentuk Pendapatan Asli Daerah (PAD). Agar kejayaan itu bisa kembali terwujud dan lebih ditingkatkan lagi, maka semua kawasan wisata harus steril dan juga nyaman untuk disinggahi," tutupnya. (05)