• info@pesisirselatan.go.id
  • Hours: Mon-Fri: 8am – 4pm

26 September 2013

206 kali dibaca

Giliran DPRD Pessel Cecar PLN, Gerah dengan Pemadaman Listrik

Painan, September 2013.  

Banyaknya pengaduan masyarakat terkait seringnya pemadaman listrik di Pesisir Selatan disikapi DPRD Pessel dengan melakukan hearing (dengar pendapat) dengan PLN Ranting Painan dan Ranting Balai Selasa di Gedung Pertemuan DPRD Pessel, kemarin (25/9).

Sama seperti pertemuan yang dilakukan wakil rakyat di tingkat pusat dan provinsi dengan PLN, tetap tidak ada solusi konkret dari PLN Pessel.

Ketua DPRD Pessel, Mardinas N Syair mengatakan, PLN harus berani mengambil terobosan dalam mengatasi krisis listrik karena menyangkut hajat orang banyak. Kondisi ini sudah berlangsung lama, alasan yang diberikan selalu berakhir pada persoalan klasik, debit air danau yang berkurang atau mesin genset yang rusak. Namun, solusi yang ditawarkan PLN tidak ada, dan mengada-ada, ujar Mardinas.

DPRD Pessel menilai selama ini PLN tidak melakukan pembenahan signifikan. Sehingga, harapan masyarakat atas kualitas layanan PLN lebih baik hanya janji-janji manis. Biasanya persoalan dilempar ke PLN Sumbar, begitu seterusnya, sementara solusi konkret tidak pernah ada, pungkasnya.

Sejumlah anggota DPRD juga mempertanyakan kelakuan biro jasa kelistrikan yang berulah dengan melakukan pungutan liar. Dewan mendesak PLN untuk menyosialisasikan tarif resmi.

Menanggapi keluhan wakil rakyat itu, Manajer PLN Ranting Painan, Israfil dan Manajer Ranting Balaiselasa, Zaidir hanya sebatas memaparkan kondisi mutakhir kelistrikan di Sumbar.

Terkait ulah biro jasa, dia meminta hal itu dilaporkan ke PLN. Nanti kita akan surati dan tindak petugas yang bermain di lapangan, ungkapnya. (07)