Pesisir Selatan--Dalam rangka mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang ketenagakerjaan, enam orang instruktur dari UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Painan, Kabupaten Pesisir Selatan, mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas instruktur yang diselenggarakan oleh Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Padang.
Pelatihan ini dilaksanakan selama tiga minggu, mulai dari tanggal 11 Agustus hingga 1 September 2025, sebagai bagian dari program Project Based Learning (PBL) yang diinisiasi oleh Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.
Plt. Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Tenaga Kerja Kabupaten Pesisir Selatan, Gunawan, menyampaikan bahwa pelatihan ini sangat strategis untuk meningkatkan kompetensi para instruktur dalam merancang dan menyampaikan materi pelatihan berbasis proyek.
“Metode Project Based Learning sangat relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini. Instruktur harus dibekali kemampuan untuk menyusun dan mengajar pelatihan yang aplikatif dan sesuai dengan perkembangan industri,” jelas Gunawan saat dihubungi, Rabu (27/8/2025).
Adapun materi pelatihan yang diikuti oleh para instruktur BLK Painan meliputi:
Hydroponic Automation System
Automation Irrigation System
Digital Office Administration berbasis Google Workspace
Pembuatan Konten Pemasaran melalui aplikasi smartphone
Pemasangan Sistem Integrasi Bangunan Cerdas
Gunawan menambahkan bahwa materi pelatihan dipilih berdasarkan tren kebutuhan tenaga kerja dan potensi lapangan kerja masa depan, baik di sektor pertanian, digitalisasi kantor, maupun pengembangan wirausaha.
“Tujuan dari pelatihan ini adalah agar para instruktur dapat mentransfer ilmu pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh kepada para pencari kerja di daerah. Sehingga, lulusan pelatihan dari BLK Painan memiliki daya saing tinggi, baik di tingkat lokal maupun nasional,” katanya.
Setelah pelatihan selesai, para instruktur akan diminta untuk menyusun rencana implementasi pembelajaran berbasis proyek di masing-masing kejuruan di BLK Painan.
Dinas Koperasi, UMKM, dan Tenaga Kerja juga akan melakukan monitoring dan evaluasi berkala untuk memastikan efektivitas pelaksanaan pelatihan serta kesesuaian materi dengan standar pelatihan nasional.
“Selain peningkatan kompetensi instruktur, Kepala BLK Painan juga diminta untuk menyesuaikan kurikulum dan modul pelatihan agar lebih praktis dan aplikatif,” tambah Gunawan.
Upaya ini merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam mendorong terbentuknya ekosistem pelatihan vokasi yang berdaya saing dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Pemkab Pesisir Selatan menargetkan peningkatan kualitas tenaga kerja secara menyeluruh, salah satunya melalui pelatihan vokasi yang efektif, berkelanjutan, dan menjawab kebutuhan pasar kerja.
“Kami berharap, melalui pelatihan seperti ini, tidak hanya mencetak tenaga kerja terampil, tetapi juga melahirkan wirausaha baru yang mampu menciptakan lapangan kerja di daerah,” tutup Gunawan.