• info@pesisirselatan.go.id
  • Hours: Mon-Fri: 8am – 4pm
Hadiri Musrenbang di Tarusan, Wabup Risnaldi Ajak Semua Pihak Hilangkan Perbedaan

11 Februari 2026

56 kali dibaca

Hadiri Musrenbang di Tarusan, Wabup Risnaldi Ajak Semua Pihak Hilangkan Perbedaan

PESISIR SELATAN – Wakil Bupati Pesisir Selatan Risnaldi Ibrahim mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menghilangkan perbedaan dan bersatu membangun daerah.


Hal itu ditegaskannya dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan Koto XI Tarusan, Rabu (11/2/2026). Kegiatan yang digelar di Aula Kantor Camat Koto XI Tarusan itu merupakan bagian dari penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Pesisir Selatan Tahun 2027.


Dalam arahannya, Risnaldi menegaskan bahwa pembangunan tidak mungkin hanya dibebankan kepada pemerintah daerah semata, melainkan membutuhkan keterlibatan semua pihak.


“Saya berharap dengan kehadiran kita bersama dalam Musrenbang ini, mari sama-sama kita membangun daerah kita, Kabupaten Pesisir Selatan. Tidak mungkin yang melaksanakan pembangunan hanya OPD, bupati, wakil bupati, sampai jajaran ke bawah. Kita hilangkan perbedaan dan kita cari persamaan,” ujarnya.


Ia mengingatkan agar Musrenbang tidak hanya terjebak pada persoalan infrastruktur semata.


Menurutnya, banyak aspek lain yang sama pentingnya, seperti persoalan sosial, ekonomi, budaya keagamaan, hingga ketertiban umum dan kebencanaan.


“Sering kali kita berpikir Musrenbang hanya soal infrastruktur. Padahal ada usulan yang sifatnya sosial, ekonomi, keagamaan dan lainnya. Jangan sampai pikiran kita terjebak hanya pada infrastruktur,” tegasnya.


Risnaldi juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi persoalan kebencanaan, peningkatan perekonomian masyarakat, serta menjaga ketertiban umum sebagai prioritas pembangunan ke depan.


Ia mengajak seluruh peserta Musrenbang untuk aktif berdiskusi, menyampaikan usulan secara konstruktif, serta menyusun skala prioritas pembangunan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat dan realistis sesuai kemampuan anggaran daerah.


“Manfaatkan forum ini untuk memberikan saran, masukan, dan alternatif solusi atas berbagai hal yang akan kita rumuskan dalam rencana pembangunan bersama. Harapan kita, Musrenbang ini menghasilkan perencanaan yang berkualitas, terintegrasi, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat Koto XI Tarusan,” tutupnya.


Sementara itu, Camat Koto XI Tarusan, Nurlaini, menyampaikan bahwa Musrenbang kecamatan merupakan forum partisipatif yang menjadi jembatan antara aspirasi masyarakat nagari dengan kebijakan pembangunan daerah.


“Melalui Musrenbang ini kita menyelaraskan usulan, kebutuhan, dan prioritas pembangunan nagari agar sejalan dengan rencana pembangunan Kabupaten Pesisir Selatan. Forum ini harus dimanfaatkan secara optimal, terbuka, dan penuh tanggung jawab,” ujarnya.


Menurutnya, Kecamatan Koto XI Tarusan memiliki potensi besar di sektor pertanian, perikanan, pariwisata, dan sumber daya manusia yang perlu dikelola dengan perencanaan matang dan berpihak kepada rakyat.


Namun di sisi lain, Koto XI Tarusan juga memiliki tantangan geografis yang kompleks. Wilayah ini terdiri dari kawasan pesisir, aliran sungai, perbukitan, hingga permukiman yang sebagian berada di daerah rawan bencana.


Setiap tahun, kecamatan ini berpotensi menghadapi banjir, gelombang pasang, tanah longsor, hingga cuaca ekstrem. Bahkan dalam setahun, banjir bisa terjadi 4 hingga 6 kali dan melanda permukiman warga.


Menurut Nurlaini, ketersediaan perahu karet sangat dibutuhkan untuk membantu proses evakuasi, distribusi logistik, dan operasi penyelamatan saat bencana terjadi.


Selain itu, ancaman kebakaran juga menjadi perhatian serius. Kepadatan permukiman dan banyaknya bangunan semi permanen, ditambah keterbatasan sarana pemadam kebakaran, membuat penanganan kebakaran belum optimal. Sepanjang tahun 2026, tercatat telah terjadi tiga kasus kebakaran dan tidak ada satu pun yang berhasil diselamatkan.


“Kami berharap adanya perhatian dan dukungan dari Pemerintah Daerah, termasuk pengadaan mobil pemadam kebakaran di tingkat kecamatan untuk mempercepat penanganan awal dan meminimalisir kerugian masyarakat,” harapnya.


Anggota DPRD Pesisir Selatan, Andra Respati, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut juga mengajak seluruh pihak untuk bersatu membangun Pesisir Selatan, khususnya Kecamatan Koto XI Tarusan.


Ia menekankan pentingnya saling memahami, terus berkomunikasi, dan bekerja sama agar pembangunan daerah semakin maju, baik dari sisi pembangunan fisik, kebudayaan, maupun keagamaan.


“Kita harus terus berkomunikasi agar pembangunan semakin maju. Jika dalam menjalankan tugas sebagai anggota DPRD ada keputusan atau kebijakan yang kurang tepat, mohon kiranya diingatkan dan diberikan saran,” ujarnya.