• info@pesisirselatan.go.id
  • Hours: Mon-Fri: 8am – 4pm
Ketua TP-PKK Pesisir Selatan Apresiasi Gerakan ODF Tiga Nagari

11 Maret 2020

289 kali dibaca

Ketua TP-PKK Pesisir Selatan Apresiasi Gerakan ODF Tiga Nagari

Pesisir Selatan -11-03-2020 -- Ketua Tim Penggerak Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Pesisir Selatan, Hj. Lisda Hendrajoni mengapresiasi gerakan dari tiga nagari untuk mendukung Program Open Defecation Free (ODF) Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) di Kecamatan Ranah Pesisir, Rabu (11/03).

"Kita sangat mendukung sekali dengan pelaksanaan Program ODF ini, dan itu dimulai dari pemerintahan nagari melalui Dinas Kesehatan," ucapnya.

Menurutnya, Program ODF diadakan dalam rangka menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan pola hidup bersih baik dengan menggunakan jamban yang baik dan sehat.

"ODF adalah kondisi ketika setiap individu dalam komunitas tidak buang air besar sembarangan," terang Lisda.

Ia menambahkan, sepanjang tahun pihaknya bersama dengan dinas terkait telah berhasil menerapkan pola hidup dan lingkungan bersih seperti halnya dengan beberapa kecamatan yang telah menyatakan terbebas dari perilaku ODF.

"73 dari 182 Nagari yang ada di daerah kita telah terbebas dari ODF, dan termasuk tiga nagari yang mendeklarasikan sekarang ini, yakni Nagari Nyiur Melambai, Sungai Tunu dan Sungai Tunu Barat," tambahnya.

Dia menyebut perilaku membuang air besar sembarangan dapat berpotensi memicu berbagai penyakit seperti diare, kolera serta menjadikan lingkungan tidak sehat yang tidak hanya hanya merugikan pelaku namun juga keluarga hingga masyarakat sekitar," ujarnya.

"Sebagian perilaku BABS di masyarakat masih dilakukan karena berbagai faktor mulai dari ketidaktahuan hingga himpitan ekonomi. Ada masyarakat yang sadar namun tidak memiliki uang yang cukup untuk membuat jamban sehat, dalam hal ini pengalokasian anggaran dari pemerintah menjadi solusi," ungkapnya.

Ia menjelaskan, untuk skala prioritas oleh Dinas Kesehatan menargetkan pada tahun 2021 mendatang, seluruh nagari di Pesisir Selatan telah melaksanakan ODF.

Sementara itu, Camat Ranah Pesisir,  Zul Arzil mengatakan, bahwa dari 10 nagari yang berada dibawah pembinaannya, terdapat tiga nagari yang mendeklarasikan terbebas dari ODF.

"Kita akan terus mendukung pemerintahan nagari untuk ODF ini, sehingga kebersihan lingkungan dan hidup sehat terjaga dengan baik," terangnya.

Kendati demikian, untuk saat ini pihaknya akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait sebagaimana jika terdapat program kegiatan di Pemerintah Kabupaten yang bisa mengentaskan kasus ODF di wilayahnya.

"Kami akan terus menjalin koordinasi dengan perangkat daerah, kalau ada program ODF salah satunya jambanisasi sehat, maka akan kami instruksikan untuk dilaksanakan pemerintahan nagari," tutupnya.