Selain Kawasan Mandeh yang menjadi andalan di Kecamatan Koto IX Tarusan Kawasan Wisata bahari masih ada beberapa kawasan lainnya yang bisa dikembangkan sebagai destinasi wisata baru dan menjadi penyangah Kawasan Mandeh.Salah satunya adalah Air Terjun yang terletak di Kenagarian Koto Panjang Kenagarian Barung Barung Belantai Timur ,objek ini masih alami sangat potensial untuk bisa dikembangkan menjadi wisata alam,Camping dan wisata agro.
Perjalanan untuk menuju Kawasan Air Terjun Koto Panjang diawali dari Kantor Walinagari Barung Barung Belantai Timur Kecamatan Koto XI Tarusan Minggu (21/8) kemarin .Rombongan dipimpin langsung oleh Camat Koto IX Tarusan Hadi Susilo dengan anggota yang ikut Walinagari Barung Barung Belantai Timur,Pegawai Kantor Camat dan Nagari,hingga wartawan.
Tujuan dari kegiatan ini adalah melihat secara langsung beberapa kawasan wisata yang ada di beberapa Kenagarian yang ada di Kecamatan Koto XI Tarusan namun belum diketahui masyarakat luas,padahal kawasan ini memiliki potensi besar karena keindahan alam yang dimiliki
Perjalanan dimulai dari jam 11.00 wib,sedikit terlambat memang,namun karena rencana awal ingin memulai perjalan pukul 09.00 terhambat karena hujan dan badai. Dari awalnya perjalanan yang dimulai dari Kantor Walinagari melanjutkan perjalanan sekitar 2 km jauhnya hingga sampai kelokasi air terjun tersebut.
Dengan memakan waktu 2 jam lebih ,menyeberangi beberapa anak sungai,mendaki perbukitan yang sedikit curam dan licin karena baru disiram hujan dan hutan lindung yang masih alami menjadikan perjalanan ini memiliki sedikit sensasi.Bahkan selama dalam perjalanan ladang durian,gambir menjadi pemandangan tersendiri.Mungkin perjalanan menuju ke Kawasan Air Terjun ini tentu lebih nikmat pada musim durian . Kita akan bisa menikmati perjalanan sekaligus menikmati manisnya durian Koto Panjang yang memang menjadi potensi andalan nagari ini .
Karena perjalanan yang cukup melelahkan ini ,maka istirahat sering dilakukan sekedar melepaskan penat penat badan seraya melihat kebagian tubuh yaitu kaki dan tangan apakah ada binatang pengisap darah seperti acek mampir ketubuh.Perjalanan yang melelahkan itu sedikit menjadi suka cita ketika kami sampai dilokasi yang kami tuju.
sekitar 100 meter dari lokasi air terjun kedinginan terasa dan bunyi suara air yang jatuh kebebatuan terdengar jelas,bahkan setelah sampai dilokasi air terjun keinginan untuk mandi atau sekedar berendam dilubuk air terjun itu tidak bisa ditahan lagi.
Gambaran air terjun itu sunggun menakjubkan, dengan ketinggian air terjun sekitar 50 meter, air yang jatuh dari puncak tidak langsung sampai kelubukyang berada persis dibawah namun jtuh kebebatuan bebatuan sehingga menimbulkan percikan air yang mana akan mengenai kita walaupun kita berdiri sekitar 20 mter dari lokasi.Sambil mengabdikan keindahan air terjun ini dengan berfoto bersama maupun berselfi, tak satupun dari rombongan yang tidak berendam untuk menikmati sejuknya air pergunungan yang masih asli tersebut.
Camat Koto XI Tarusan Hadi Susilo mengungkapkan perjalan keberapa destinasi yang ada di beberapa kenagarian di Tarusan sengaja dilakukan dengan tujuan untuk mengali potensi potensi pariwisata yang ada di Tarusan untuk menjadi penyangga Kawasan Mandeh. Dalam artinya di Kecamatan Tarusan tidak saja memiliki potensi wisata Bahari saja namun juga memiliki potensi wisata alam lainnya seperti wisata alam,agro dan air terjun yang keindahannya sangat menakjubkan.
Menurut Hadi Kawasan air Terjun Koto Panjang ini memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan,selain wisata alam barupa air terjun juga bisa dikembangkan wisata agro ,paket wisata panen durian,menunggui durian jatuh diladang masyarakat bisa dibuat sebab sebelum sampai kelokasi kita akan disambut dengan ratusan pohon durian milik masyarakat.
"Mungkin kedepannya wisata ini bisa dikembangkan,wisatawan bisa memiliki banyak artenatif ketika berkunjung ke Tarusan, selain menikmati wisata bahari mereka juga menikmati wisata alam lainnya sambil menikmati buah durian yang terkenal dengan keleatannya itu," ujarnya
Lebih lanjut ditambahkannya Kawasan air terjun koto Panjang butuh beberapa kelengkapan saran dan prasarana , salah satunya akses kelokasi perlu lebih dibuka,sehingga ketika wisatawan ingin kelokasi tidak terlalu sulit,kendati begitu kesan alami harus terus dipertahankan sehingga wisata alam angro masih terus melekat.Selain untuk wisata dengan berjalan kaki, mengunakan sepeda gunung menjadi medan yang cukup menantang dilakukn dilokasi ini.
untuk mengembangkan beberapa kawasan wisata penyangah Kawasan Mandeh, menurut Hadi telah disepakat oleh beberapa walinagari di Tarusan untuk komit menentapkan satu destinasi unggulan di setiap nagari, dan sepakat akan memanfaatkan Anggaran Pendapatan Belanja Nagari dan potensi lainnya yang ada secara berkelanjutan untuk mencapai standar persyaratan minima sesuai destinasi antara lain aspek daya tarik/atraksi.aksesibilitas,sarana prasarana dan manajemen pengelolaan/pemberdayaan masyarakat.
"Disamping itu juga telah ada kesepakatan dengan nagari untuk melakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat dengan membina dan membentuk kelompok kelompok pengiat wisata(Ekowisata/Ekotourism ditiap tiap nagari dan sepakat mendukung laucingnya di Kecamatan Koto XI Tarusan sebagai Kecamatan Wisata," ujarnya lagi.
Selain Air Terjun Koto Panjang ada beberapa destinasi lainnya penyangah Kawasan Mandeh yang akan dikunjungi oleh kelompok ekpedisi ini diantara lain kawasan yang dikunjungi tersebut adalah beberapa Destinasi utama seperti Destinasi diKenagarian Sei Pinang,Desa Sei Nyalo,Desa Wisata Kapo Kapo,Mandeh,Cerocok Tarusan,Pulau Setan,Sei Gemuruh,Panorama I,Pantai Batu Kalang, Muaro Pulau Karam,Pantai Sabai Nan Aluih, Tarasah Sungai Tawa.
Sedangkan kawasan penyangah Mandeh diantaranya adalah Sarasah Siguntua,Sarasah Koto Panjang,Batang Lundang,Hutan Lindung Taratak,Rest Area Batas Kota,Lubuk Larangan Talawi,Taman Kolam Pancing Kapuh Utara.