• info@pesisirselatan.go.id
  • Hours: Mon-Fri: 8am – 4pm
Santri TPQ Masjid Raya Painan Tampilkan Birrul Walidain pada Penilaian Didikan Subuh 2026

18 Januari 2026

82 kali dibaca

Santri TPQ Masjid Raya Painan Tampilkan Birrul Walidain pada Penilaian Didikan Subuh 2026

Pesisir Selatan--Masjid Raya Painan, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), mewakili Nagari Painan Timur dalam kegiatan Penilaian Didikan Subuh Berprestasi tingkat Kecamatan IV Jurai tahun 2026 yang dilaksanakan pada Minggu (19/1).

Ketua Tim Penilai, Ustadz Doni Agustian, menjelaskan bahwa penilaian didikan subuh merupakan agenda rutin tahunan yang bertujuan mengukur sejauh mana pembelajaran keislaman yang diterima santri dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, kegiatan didikan subuh tidak hanya berfokus pada penampilan, tetapi juga menjadi sarana strategis dalam membentuk karakter Islami anak sejak usia dini.

“Penilaian ini tidak hanya melihat kemampuan santri dalam menampilkan kegiatan didikan subuh, tetapi juga bagaimana nilai-nilai Islam tercermin dalam sikap, kedisiplinan, serta adab mereka kepada orang tua dan lingkungan,” ujar Doni Agustian dalam sambutannya.

Ia menambahkan, dari 20 nagari yang ada di Kecamatan IV Jurai, pada tahun 2026 sebanyak 11 nagari mengikuti penilaian didikan subuh berprestasi. Setiap nagari diwakili oleh satu masjid yang ditunjuk secara bergilir setiap tahunnya.

“Dengan sistem bergilir ini, pembinaan keagamaan diharapkan dapat berjalan merata di seluruh nagari,” jelasnya.

Pada penilaian kali ini, santri Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Masjid Raya Painan mengangkat tema “Birrul Walidain” atau berbakti kepada kedua orang tua. Tema tersebut dipilih untuk menanamkan nilai akhlakul karimah serta menumbuhkan kesadaran anak sejak dini tentang pentingnya menghormati dan berbakti kepada orang tua sebagai bagian dari ajaran Islam.

Doni Agustian menyebutkan bahwa kriteria penilaian mencakup berbagai aspek, tidak hanya penampilan santri, tetapi juga keterlibatan seluruh unsur nagari.

“Yang dinilai bukan hanya santri, tetapi juga dukungan pemerintah nagari, Bamus, tokoh masyarakat, pengurus masjid, majelis taklim, serta peran aktif orang tua santri,” katanya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wali Nagari Painan Timur, Hendra Ardison Chandra, Ketua Pengurus Masjid Raya Painan, Don Chandra, serta dewan juri dan tim penilai lainnya.

Ketua Pengurus Masjid Raya Painan, Don Chandra, menyampaikan bahwa didikan subuh merupakan media pembinaan karakter anak yang efektif dalam menanamkan nilai-nilai keislaman.

“Didikan subuh bukan sekadar lomba, tetapi wadah pendidikan agar anak-anak mampu mengamalkan ilmu yang diperoleh di TPQ, terutama dalam menghormati orang tua,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Nagari Painan Timur yang telah mendukung penuh pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Kegiatan ini dapat terlaksana berkat dukungan Pemerintah Nagari Painan Timur. Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kepedulian terhadap pembinaan keagamaan anak-anak TPQ,” katanya.

Sementara itu, Wali Nagari Painan Timur, Hendra Ardison Chandra, menilai kegiatan didikan subuh memberikan kontribusi positif dalam mendukung Program Unggulan (Progul) Nagari Mengaji, sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan periode 2025–2030.

“Kegiatan ini sangat sejalan dengan Program Nagari Mengaji. Pembentukan karakter Islami harus dimulai sejak usia dini agar anak-anak tumbuh dengan akhlak yang baik dan keimanan yang kuat,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa pembinaan karakter melalui didikan subuh merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan nagari dan daerah.

“Dari kegiatan seperti inilah diharapkan lahir generasi Qur’ani yang berakhlakul karimah, mencintai Al-Qur’an, serta mampu menjaga nilai-nilai Islam dalam kehidupan bermasyarakat,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Nagari juga menyampaikan bahwa Pemerintah Nagari Painan Timur telah memberikan perhatian kepada guru-guru TPQ melalui penyaluran insentif Dana Desa sebesar Rp600 ribu per bulan pada tahun 2025.

Namun, untuk tahun 2026, besaran insentif tersebut belum dapat ditetapkan karena adanya efisiensi anggaran dan prioritas pada sejumlah program lainnya.

“Ke depan, perhatian terhadap kegiatan keagamaan di masjid-masjid Nagari Painan Timur akan terus kami upayakan sesuai dengan kemampuan anggaran yang tersedia,” tutupnya.