• info@pesisirselatan.go.id
  • Hours: Mon-Fri: 8am – 4pm

01 Maret 2013

248 kali dibaca

Sejumlah Muara Sungai Rawan Alami Pendangkalan

Painan, Maret 2013. Muara sungai disejumlah tempat di Pesisir Selatan (Pessel) rawan mengalami pendangkalan. Pendangkalan muara dapat menimbulkan kapal nelayan terhalang masuk muara untuk berlabuh.

Kepala Dinas PSDA Pessel Yusdi menyebutkan penyebab pendangkalan muara sungai adalah, terjadinya penumpukan atau penebalan endapan lumpur dan material lainnya yang terbawa air sungai dari hulu ke muara bahkan hingga pintu muara.

Selain itu, pendangkalan juga disebabkan terjadinya perobahan arus laut. Kondisi seperti ini, telah terjadi bertahun tahun dan merugikan nelayan.

Muara sungai yang dijadikan sebagai tempat berlabuh kapal nelayan yang rawan mengalami pendangkalan tersebut adalah, muara Batang Painan, Kecamatan IV Jurai, disini pintu muara sebagian mulai tampak menyempit, sementara dibagian lain masih bertahan karena ada tebing pengaman.

Selanjutnya Muara Batang Surantiah di Kecamatan Sutera, Muara Batang Kambang di Lengayang dan muara Batang Kapas. "Oleh karena itu, wargu perlu hati hati," katanya.

Terkait dengan kerawanan itu Muis (45) nelayan diSurantiah menyebutkan, ia memang pernah menemukan muara mengalami pendangkalan.

"Pada beberapa waktu, saya harus menunggu pasang membesar untuk masuk muara atau keluar dari muara. Jika tidak lambung kapal bisa kandas ke dasar muara, dan bila dipaksakan lambung kapal bisa pecah," ujar Muis.

Menurutnya, tidak jarang, kapalnya mengambang berhari hari di lautan akibat tak dapat masuk muara. Bila dalam keadaan membawa ikan menurut Muis, ia terpaksa harus mencari dermaga lain untuk berlabuh. Bahkan, ia pernah membawa ikan ke Bungus, Padang., karena untuk bisa menunggu masuk muara menunggu waktu cukup lama.

"Muara di Surantih sudah sangat dangkal, sebagusnya ada upaya pengerukkan muara, biar jalannya kapal keluar masuk muara tidak terkendala," ujar Muis.

Sementara, Rusdi (35) warga Pasar Gompong Kambang mengatakan, di kawasan Pasar Gompong kondisi muara lebih parah lagi. Selain muara dangkal, pintu muara sering begeser akibat cuaca dan desakan arus laut.

"Ini juga menyebabkan sulitnya kapal berlabuh di TPI Kambang. Seharusnya di sini juga dilakukan pengerukan dan membuat pintu muara menjadi pemanen," kata Rusdi.(09)(09)