• info@pesisirselatan.go.id
  • Hours: Mon-Fri: 8am – 4pm

05 April 2017

482 kali dibaca

Sosialisasi Bahaya Rabies Akibat Gigitan Anjing Liar Ditingkatkan

Painan, April 2017--Tingginya ancaman masyarakat terhadap gigitan anjing liar di kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), bukan hanya disikapi melalui tindakan eliminasi atau peracunan.

Tapi juga melalui sosialisasi terhadap bahaya gigitan anjing liar. Sebab virus rabies yang ditimbulkan oleh gigitan anjing liar, bisa mengakibatkan kematian bagi korbanya.  

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Pessel, Hazrita dengan didampingi Kasi Kesmavet, Joni Alfian mengatakan kepada pesisirselatan.go.id Kamis (5/4) di Painan bahwa ancaman terhadap gigitan anjing liar di daerah itu tergolong tinggi.

Sebab kecendrungan masyarakat membiarkan anjingnya lepas secara liar masih tergolong tinggi.

" Berdasarkan kondisi itu, sehingga selain eliminasi atau peracunan, kita juga melakukan sosialisasi. Tujuanya agar kesadaran masyarakat untuk memelihara anjing dengan teratur dan secara sehat bisa muncul. Sebab anjing yang dibiarkan liar, bisa   menularkan virus rabies dan mengancam keselamatan jiwa masyarakat," katanya.

Diakuinya bahwa tindakan itu perlu dilakukan, sebab keberadan anjing liar sudah sudah  semakin meresahkan di daerah itu.  

" Bahkan berdasarkan data dilapangan, populasinya telah mencapai 16 ribu ekor, dan tersebar di 15 kecamatan yang ada," ujarnya.  

Dijelaskanya bahwa rabies merupakan penyakit yang berbahaya. Sehingga bagi masyarakat yang menjadi korban gigitan diminta segera pergi  ke dokter untuk  mendapatkan  pertolongan dini.

" Pasalnya anjing gila yang berasal dari anjing liar dengan populasinya yang telah mencap[ai 16 ribu ekor sebagai mana saat ini, dapat menularkan virus rabies. Agar populasinya tidak berkembang maka perlu kesadaran masyarakat  pemilik memberikan vaksin serta  tidak melepas anjing miliknya berkeliaran secara bebas," ingatnya.

Lebih jauh dijelaskan bahwa selama rentang tahun 2016, warga Pessel yang digigit anjing liar ada sebanyak 44 kasus. Dari jumlah itu, sebanyak 4 kasus positif rabies.

" Karena penanganan dilakukan dengan segera, sehingga semua korban gigitan anjing liar itu, termasuk juga yang positif rabies bisa terselamatkan dari ancaman kematian," ujarnya.

Dengan semakin digencarkanya sosialisasi terhadap bahaya gigitan anjing liar, serta juga melalui peningkatan kesadaran bagi masyarakat untuk memelihara dan memeriksakan anjing peliharaanya secara teratur,  maka kasus gigitan anjing liar diharapkan bisa menurun secara drastis di tahun 2017 ini.

" Yang pasti,  bila petugas yang tergabung dalam tim TKP4 akan melakukan tindakan tegas di lapangan. Tindakan tegas itu adalah melakukan peracunan terhadap anjing yang berkeliaran bebas. Dari itu kepada semua wali nagari diharapkan bisa mensosialisasikanya kepada masyarakat, agar tidak ada yang merasa dirugikan melalui tindakan tegas ini," tutupnya. (05)