PESISIR SELATAN– Wakil Bupati Pesisir Selatan, Risnaldi Ibrahim menegaskan bahwa Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) bukan sekadar kegiatan rutinitas tahunan, melainkan forum strategis dan partisipatif dalam merumuskan arah pembangunan daerah.
Hal itu disampaikan Risnaldi saat menghadiri Musrenbang Kecamatan IV Jurai yang digelar di Aula Kantor Camat setempat, Kamis (12/2/2026).
“Musrenbang bukanlah hanya sekadar kegiatan rutinitas tahunan kita saja. Di sini kita berdiskusi, melahirkan ide dan gagasan,” tegasnya.
Menurutnya, Musrenbang menjadi wadah penting untuk menyelaraskan usulan dari nagari dengan arah kebijakan pembangunan kabupaten, sehingga program dan kegiatan yang direncanakan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat serta sejalan dengan prioritas pembangunan daerah.
Risnaldi juga menekankan posisi strategis Kecamatan IV Jurai sebagai pusat ibu kota Kabupaten Pesisir Selatan. Ia menyebut, wajah IV Jurai menjadi tolok ukur awal dalam berbagai indikator penilaian daerah.
“IV Jurai ini pusat ibu kota kita, Kabupaten Pesisir Selatan. Orang bisa menilai, dan kita pun bisa menilai, dari segala indeks apapun juga menjadi eskalasi awal penilaian dari segi apa pun,” ujarnya.
Ia berharap, melalui pembahasan dan penguraian program secara bersama dalam forum Musrenbang, akan lahir perencanaan yang matang dan berdampak nyata.
“Kita wacana hari ini, kita urai bersama, dan kita buat program serta kegiatannya. Insya Allah Pesisir Selatan ini akan maju. Amin ya Rabbal Alamin,” ucapnya optimistis.
Musrenbang tahun ini mengusung tema “Akselerasi Sumber Daya Pembangunan untuk Penguatan Kapasitas Daerah dan Pertumbuhan Berkelanjutan.”
Tema tersebut, kata dia, diharapkan mampu mendorong daerah untuk menginventarisasi sektor unggulan seperti pertanian, pariwisata, dan industri, serta mengoptimalkan pengelolaannya melalui teknologi digital guna meningkatkan efisiensi dan pemanfaatan potensi ekonomi daerah.
Dengan demikian, percepatan peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pencapaian standar pelayanan publik dapat terwujud secara berkelanjutan.
Sementara itu, Camat IV Jurai, Ferro Yuandha Putri, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Musrenbang 2026 merupakan momentum penting dalam upaya percepatan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Ia menegaskan beberapa prinsip yang menjadi fokus Kecamatan IV Jurai dalam Musrenbang kali ini, yakni penetapan skala prioritas pembangunan berdasarkan kebutuhan masyarakat yang paling mendesak dan berdampak luas, mengedepankan prinsip pemerataan dan keadilan wilayah, serta memastikan seluruh usulan selaras dengan RPJMD dan kebijakan pemerintah daerah.
Selain itu, pihaknya juga mengutamakan program yang mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat, penurunan angka kemiskinan, penguatan ekonomi lokal, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Kami menyadari keterbatasan anggaran menjadi tantangan bersama. Oleh sebab itu, diperlukan perencanaan yang cermat, realistis, dan tepat sasaran. Usulan yang benar-benar prioritas, memiliki manfaat nyata, serta didukung data yang akurat tentu memiliki peluang lebih besar untuk direalisasikan,” ujarnya.
Mewakili masyarakat IV Jurai, Ferro berharap seluruh usulan yang disampaikan dapat masuk dalam perencanaan pembangunan daerah Kabupaten Pesisir Selatan. Ia juga mendorong agar peluang pendanaan lain dapat diupayakan, baik melalui APBD Provinsi, APBN, maupun kerja sama dengan pihak swasta.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Tim Percepatan Pembangunan Daerah Kabupaten Pesisir Selatan Saidal Masfiyuddin, Asisten Perekonomian dan Pembangunan selaku Koordinator Tim II, para Kepala Perangkat Daerah, Tim II pendamping Musrenbang dari Bapperida, unsur Forkopimca, kepala unit kerja se-Kecamatan IV Jurai, tenaga ahli, pendamping desa dan pendamping lokal desa, wali nagari, Bamus Nagari, TP PKK, BKAN, LKAM, LPMN, niniak mamak, cadiak pandai, alim ulama, bundo kanduang, tokoh pemuda, hingga sekretaris nagari se-Kecamatan IV Jurai.